EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak sideways pada perdagangan Kamis (15/10/2026), setelah ditutup menguat tipis kemarin.

IHSG pada Rabu (14/10) ditutup menguat 0,29% ke level 5.943,02.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta mengatakan, secara teknikal potensi penurunan IHSG diperkirakan terbatas karena indeks telah mencapai area wave (X), dengan level support paling krusial di 5.851.

"Dengan demikian, momentum penguatan berpotensi mulai terbentuk. Berdasarkan indikator teknikal, Stochastic K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif, meskipun volume perdagangan mengalami penurunan," ujar Nafan, Kamis (15/10).

Menurutnya, untuk perdagangan hari ini IHSG berada dalam kondisi yang cenderung variatif dengan kecenderungan bergerak konsolidasi dalam rangka gathering momentum.

Ia mencermati support di level 5.851 dan 5.647, serta resistance di 6.016 dan 6.180.

Dari sisi sentimen domestik, Nafan melihat adanya rotasi sektor investor lokal yang bergeser ke saham defensif dan komoditas.

Sektor teknologi dan saham berbasis konglomerasi yang sebelumnya tertekan mulai menunjukkan rebound, sementara saham big banks seperti BBCA, BBNI, BBRI, dan BBTN serta emiten energi dan tambang mendapat katalis positif dari tingginya harga komoditas global.

Senada, Equity Research Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis T. memproyeksikan IHSG bergerak sideways di kisaran 5.800-6.000.

Secara teknikal, indikator Stochastic RSI masih bergerak melemah di area pivot dan histogram MACD masih berada di teritori negatif.