EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,29% ke level 5.943,02 pada perdagangan Rabu (14/10), namun tekanan jual asing masih membayangi.

Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata mencatat, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,13 triliun di seluruh pasar, terdiri dari Rp104,01 miliar di pasar reguler dan Rp1,03 triliun di pasar tunai dan negosiasi. Secara year to date (YTD), akumulasi jual bersih asing mencapai Rp111,29 triliun.

Aliran dana asing terutama masuk ke BBCA, BRPT, TINS, MEDC, PWON, PGAS, SMGR, ASII, AALI, dan ACES, sementara tekanan jual terbesar terjadi pada BBRI, BMRI, ADMR, ITMG, PTBA, DSSA, BUMI, EMAS, AADI, dan ERAA.

Di pasar valuta asing, rupiah menguat tipis ke kisaran Rp17.890 per dolar AS setelah bergerak terbatas dalam beberapa sesi terakhir. Bank Indonesia terus melakukan intervensi melalui pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan Non-Deliverable Forward (NDF) offshore untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Secara teknikal, Liza menilai IHSG telah menyentuh area resistance terdekat, tetapi belum mampu bertahan di atasnya. Indikator RSI (14) meningkat ke level 34,2.

"Jika penguatan berlanjut, IHSG berpeluang menguji level 5.979, 6.009, hingga 6.120. Sebaliknya, apabila gagal menembus 5.979 atau breakdown support 5.906, indeks berpotensi melemah menuju 5.850. Jika tekanan berlanjut, support berikutnya berada di area 5.805-5.774, yang merupakan area gap," ujar Liza, Kamis (15/10).

Kiwoom Research menyarankan strategi buy on weakness, dengan peluang trading buy apabila pergerakan IHSG kembali menunjukkan kecenderungan menguat.

Senada, Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan selama IHSG belum mampu menembus kembali level psikologis 6.000, kecenderungan pergerakan masih bearish dan rentan tertekan.

"Area 5.900–5.850 menjadi support penting yang perlu dipertahankan. Jika support tersebut ditembus, risiko pelemahan lanjutan perlu diwaspadai, sementara penembusan 6.000 diperlukan untuk memperbaiki momentum jangka pendek," kata Reza.