EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup melemah tipis. Kondisi itu, dipicu koreksi saham perbankan setelah melaporkan kinerja keuangan kuartal ketiga bervariasi. Selain itu, juga ditambah dengan pelemahan saham produsen Chip Memori seiring koreksi dalam indeks Kospi 5,5 persen akibbat kekhawatiran investor terhadap valuasi mahal, dan kehadiran persaingan dari produsen Chip China.

JP Morgan mencatat pelemahan 0,9 persen meski menaikkan panduan pendapatan bunga bersih untuk tahun ini setelah melaporkan pendapatan, dan laba bersih kuartal ketiga lebih rendah dari ekspektasi. Wells Fargo turun 3,10 persen usai melaporkan kinerja kuartal tiga beragam, sementara itu Goldman Sachs terkoreksi 0,2 persen kendati berhasil membukukan pendapatan kuartal ketiga lebih baik dari ekspektasi.

Beberapa emiten produsen Chip Memori membukukan pelemahan antara lain Micron Technology menukik 3,62 persen, SK hynix melorot 3 persen, Western Digital anjlok 1,6 persen, Seagate Technology terpangkas 0,8 persen, dan Sandisk melorot 0,3 persen. Koreksi mayoritas indeks bursa Wall Street diprediksi menjadi sentimen negatif pasar.

Sementara itu, aksi beli investor asing meski dalam jumlah masih sangat kecil, dan lonjakan harga beberapa komoditas berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.860-5.795, dan resistance 5.990-6.060.

Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjadi sejumlah saham andalan berikut sebagai jujukan koleksi. Yaitu, Energi Mega Persada (ENRG), Indika Energy (INDY), Surya Semesta Internusa (SSIA), HM Sampoerna (HMSP), Bukit Asam (PTBA), dan Aneka Tambang alias Antam (ANTM). (*)