Babak Baru! Tjokro Group Kerek Aset GPSO Jadi Rp5 Triliun
Petugas lapangan tengah melakukan inspeksi infrastruktur pabrik perseroan. FOTO - ISTIMEWA
Meski langkah ini ambisius, Tjokro Group harus menghadapi tantangan integrasi bisnis dan manajemen — dari menyatukan budaya usaha manufaktur ringan dengan bisnis mesin berat & distribusi. Tjokro sendiri menyatakan siap menjadikan GPSO bagian dari strategi jangka panjang : bukan hanya sebagai investasi keuangan, tetapi sebagai bagian dari visi grup untuk “menjadi penyedia solusi end-to-end industri dan konstruksi.”
“Kami siap membawa GPSO ke arah pertumbuhan, diversifikasi, dan sinergi yang kuat — untuk memberi nilai tambah maksimal, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi industri nasional,” pungkas Kurniawan.
Dengan demikian, akuisisi GPSO oleh Tjokro Group bisa menjadi awal dari transformasi besar dari manufaktur lokal ke pemain industri & kontraktor mesin besar berskala nasional. (*)
Related News
Realisasi Dana IPO Nol, Cek Jawaban YUPI Saat Dicecar Pertanyaan BEI
Target 2025 Terlewati, Prapenjualan BSDE Tembus Rp10 Triliun
Permintaan Domestik Jadi Motor, Produksi ANTAM Pecah Rekor
MYOH Ketok Palu, Pinjaman Tahap II Rp25 Miliar Masuk Kas TRJA
Danatama Kapital Jual 5,12 Persen Saham BULL ke Kingswood Union
Prospek Positif, Direktur Utama Borong 19,7 Juta Saham NEST





