Babak Baru! Tjokro Group Kerek Aset GPSO Jadi Rp5 Triliun
Petugas lapangan tengah melakukan inspeksi infrastruktur pabrik perseroan. FOTO - ISTIMEWA
Meski langkah ini ambisius, Tjokro Group harus menghadapi tantangan integrasi bisnis dan manajemen — dari menyatukan budaya usaha manufaktur ringan dengan bisnis mesin berat & distribusi. Tjokro sendiri menyatakan siap menjadikan GPSO bagian dari strategi jangka panjang : bukan hanya sebagai investasi keuangan, tetapi sebagai bagian dari visi grup untuk “menjadi penyedia solusi end-to-end industri dan konstruksi.”
“Kami siap membawa GPSO ke arah pertumbuhan, diversifikasi, dan sinergi yang kuat — untuk memberi nilai tambah maksimal, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi industri nasional,” pungkas Kurniawan.
Dengan demikian, akuisisi GPSO oleh Tjokro Group bisa menjadi awal dari transformasi besar dari manufaktur lokal ke pemain industri & kontraktor mesin besar berskala nasional. (*)
Related News
Emiten Nikel Grup Harita (NCKL) Ungkap Aksi Baru!
TOSK Serok Aset Rp67,2M Milik Dirut, Setara 41,8 Persen Ekuitas
Efisiensi & Lepas Lawson, Laba MIDI Terbang 62,43 Persen Jadi Rp772,5M
Ini 5 Masjid Ikonik Garapan WSKT, Siap Tampung 200.000 Jemaah Salat Id
BREN Catat Laba Bersih Meningkat 6,5 Persen di Sepanjang 2025
Akhiri 2025, Laba Grup Djarum (TOWR) Tembus Rp3,67 Triliun





