Bank Dunia, IMF, S&P Puji Kemampuan Indonesia Jaga Pertumbuhan
:
0
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri sejumlah pertemuan strategis dengan pimpinan lembaga keuangan internasional dan pemangku kepentingan global seperti IMF, Bank Dunia dan S&P Global Ratings di Washington DC pada Selasa (14/4).(Foto: Kemenkeu)
EmitenNews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri sejumlah pertemuan strategis dengan pimpinan lembaga keuangan internasional dan pemangku kepentingan global di Washington DC pada Selasa (14/4). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepercayaan dunia internasional terhadap kondisi ekonomi dan fiskal Indonesia.
Dalam agenda tersebut, Menkeu bertemu dengan Managing Director International Monetary Fund Kristalina Georgieva, pejabat tinggi World Bank Group, serta perwakilan lembaga pemeringkat global seperti S&P Global Ratings.
Dalam pertemuan tersebut, Menkeu menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
Pihak IMF menyoroti bahwa ketidakpastian global diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan, dipicu antara lain oleh ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga energi. Menanggapi hal tersebut, Menkeu menekankan bahwa Indonesia memiliki fundamental fiskal yang kuat serta bantalan anggaran yang memadai untuk menghadapi berbagai risiko eksternal.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan Bank Dunia dan S&P Global Ratings, Menkeu memeroleh respons positif terhadap strategi fiskal pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah dinilai mampu menjaga stabilitas fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menkeu juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menyampaikan secara komprehensif berbagai kebijakan yang ditempuh, termasuk implikasinya terhadap APBN dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Secara umum, IMF, Bank Dunia, serta lembaga pemeringkat memberikan apresiasi terhadap kemampuan Indonesia dalam menjaga momentum pertumbuhan tanpa memberikan tekanan berlebih pada kebijakan fiskal. Konsolidasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan mitra internasional ke depan.(*)
Related News
Ini Panduan Memilih Broker Forex Terbaik 2026 Bagi Pemula
Fitch Revisi Prospek Maskapai Penerbangan dari 'Stabil' ke 'Memburuk'
Meningkatnya Risiko di Timur Tengah Juga Seret Won ke 1.530 per USD
Negara-Negara OECD Ingatkan Bahaya Umbar Subsidi Tanpa Jalan Keluar
1,25 Juta Wisman Kunjungi Indonesia pada April, Terbesar dari Malaysia
Impor Indonesia Melonjak Catat Pertumbuhan Tertinggi pada April 2026





