EmitenNews.com - Bank Mandiri tengah memproses penyaluran dividen interim tahun buku 2025 kepada para pemegang saham pada hari ini (Rabu, 14/1). Bank dengan kode emiten BMRI ini membagikan dividen interim sebesar Rp100 per saham kepada para pemegang saham tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 7 Januari 2026.

Alhasil, total nilai dividen interim Bank Mandiri tersebut mencapai Rp9,3 triliun.

Di tengah aksi Bank Mandiri itu, saham BMRI justru sedang tertekan. Hingga perdagangan pukul 14:11 WIB, saham BMRI bertengger di level Rp4.810 atau turun 0,21% dari penutupan hari sebelumnya Rp4.820.

Sepanjang perdagangan hari ini, saham BMRI sebenarnya dibuka menguat pada level Rp4.840 dengan level tertinggi Rp4.850 dan level terendah Rp4.770.

Sementara, dibandingkan penutupan perdagangan akhir 2025, saham BMRI memang dalam tren menurun. Saat itu, saham BMRI masih berada di level Rp5.100 sebelum akhirnya turun di bawah Rp5.000 pada perdagangan 6 Januari 2026.

Alhasil, dengan harga intraday hari ini, saham BMRI sudah turun 5,7%.

Seperti diketahui, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, pembagian dividen interim itu telah memperhitungkan kondisi permodalan perusahaan yang solid serta likuiditas yang memadai. Melalui kinerja keuangan yang terjaga, Bank Mandiri tetap memiliki ruang yang cukup untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.

“Pembagian dividen interim ini menjadi bukti konsistensi Bank Mandiri dalam memberikan nilai optimal bagi para pemegang saham, sejalan dengan pengelolaan kinerja dan fundamental perseroan yang tetap solid,” ujar Riduan. (*)