Sementara itu, pilar hukum dan tata kelola dijalankan untuk memperkuat prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan dalam pelaksanaan TJSL. Dengan realisasi anggaran sebesar Rp1,2 miliar, Bank Mandiri memastikan pelaporan program TJSL dilakukan secara terbuka melalui sustainability report serta publikasi kegiatan yang akuntabel. Pendekatan tata kelola yang kuat menjadi landasan dalam menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik.

Capaian TJSL Bank Mandiri sepanjang 2025 juga tercermin dari berbagai penghargaan nasional yang diraih. Pengakuan tersebut menjadi bukti atas konsistensi dan kualitas pelaksanaan program, sekaligus mempertegas posisi Bank Mandiri sebagai institusi keuangan yang berkomitmen terhadap keberlanjutan.

Riduan menambahkan, keberhasilan pelaksanaan TJSL tidak terlepas dari kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi yang terintegrasi dengan pemerintah, komunitas, dan mitra strategis memungkinkan program TJSL berjalan lebih tepat sasaran dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat strategi TJSL dengan mengedepankan inovasi, digitalisasi, serta penguatan dampak program. Seluruh inisiatif TJSL akan terus diselaraskan dengan agenda pembangunan nasional, termasuk penguatan kualitas sumber daya manusia, ketahanan ekonomi, serta pembangunan berwawasan lingkungan.

“Kami percaya bahwa keunggulan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui komitmen yang konsisten dan kolaborasi yang kuat. Bank Mandiri akan terus menjadikan TJSL sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan pembangunan yang berkelanjutan,” pungkas Riduan. ***