Bank Pelat Merah: Laba Tinggi Tetapi Mengapa Merosot?
:
0
Bank Pelat Merah: Laba Tinggi Tetapi Mengapa Merosot? (Ilustrasi). Sumber gambar: KoranSeruya
Sementara, NPL terdiri dari kolektibilitas 3 (kredit kurang lancar), kolektibilitas 4 (kredit diragukan) dan kolektibilitas 5 (kredit macet). Masyarakat awam mengira bahwa NPL itu hanya kredit macet padahal bukan.
Sarinya, LaR merupakan indikator potensi risiko kredit yang lebih luas daripada NPL. Lho? Karena LaR bukan hanya menghitung kredit macet tetapi juga menghitung kredit yang memiliki potensi risiko macet termasuk kredit restrukturisasi yang masih lancar.
Dalam kondisi saat ini, LaR menjadi peringatan dini bagi bank untuk mampu mengelola risiko kredit sebelum kredit sungguh-sungguh macet. Dengan bahasa lebih bening, LaR memiliki fungsi penting dan mendesak bagi bank dalam memantau kualitas kredit secara lebih komprehensif.
Apakah ada ambang batas untuk LaR seperti NPL dengan ambang batas aman 5%? Tidak ada. Makin rendah LaR, makin rendah pula risiko kredit macet. LaR rendah itu berarti kredit makin berkualitas. Selama ini, dalam laporan keuangan bank hanya terdapat NPL gross dan NPL net.
Oleh sebab itu, adalah baik ketika OJK mewajibkan bank umum untuk mencantumkan LaR selain NPL dalam laporan keuangan. Angka LaR dan NPL akan menjadi panduan penting bagi investor terutama investor ritel di pasar saham dalam menilai kualitas kredit bank secara komprehensif.
Keterangan: Tulisan ini merupakan pemikiran penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi EmitenNews.
Related News
Menata Pengelolaan Risiko Denera
SPPA Repo Resmi: Pasar Makin Dalam, Tapi Apakah Investor Makin Paham?
Tantangan dan Prospek Emiten Industri Hasil Tembakau 2026
Menelisik Risiko Perbankan di Tengah Wacana Kenaikan Harga BBM
Rencana Tambahan Pungutan Nikel Olahan, Peluang dan Tantangan Emiten
IHSG Tertekan, OJK Salahkan Eksternal, Benarkah Sesederhana Itu?





