BEI Beber Penyebab Likuiditas Bursa Menurun, Bukan Soal Pidato Prabowo
:
0
Potret Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik kala menemui awak wartawan. Foto: EmitenNews/Aji.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara soal melemahnya likuiditas perdagangan saham beberapa waktu terakhir.
Adapun, segelintir investor turut mengait-kaitkan adanya pidato kenegaraan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto membawa pengaruh buruk ke Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik membantah penurunan nilai transaksi bukan disebabkan oleh dinamika politik domestik maupun jadwal pidato Presiden Prabowo Subianto yang padat itu.
Jeffrey menyebut, faktor utama yang menekan likuiditas adalah ketidakpastian ekonomi global. Salah satunya kebijakan proteksionisme Amerika Serikat berupa pengenaan tarif resiprokal yang memicu sentimen negatif berkepanjangan.
“Kalau kita mengikuti sejak satu tahun lebih, keputusan tarif resiprokal yang diumumkan pemerintah Amerika itu menimbulkan ketidakpastian yang sangat tinggi atas aktivitas ekonomi yang bisa saja berdampak besar terhadap pelaku-pelaku usaha di banyak negara,” kata Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Selain itu, eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah dan kelanjutan perang Rusia-Ukraina juga menjadi beban. Ketegangan itu membuat harga minyak mentah dunia fluktuatif sehingga menyulitkan industri memproyeksikan biaya energi.
“Dinamika-dinamika itu justru yang berdampak lebih langsung kepada pergerakan di pasar ketimbang hal-hal lain,” ujarnya.
Data BEI menunjukkan aktivitas perdagangan asing masih tertahan di level single digit triliun rupiah per hari. Aksi jual investor asing juga masih berlangsung.
Berdasarkan data pergerakan modal 6-10 Juli 2026, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,31 triliun hingga Rp1,73 triliun di seluruh pasar.
Rata-rata nilai transaksi harian dalam sepekan turut mengalami penyusutan 8,88 persen menjadi Rp10,27 triliun dari pekan lalu Rp11,27 triliun.
Related News
Sengkarut MKBD, BEI Jatuhi Sanksi Broker ini
HUT Ke-34, BEI Pacu Jangkauan Pendanaan Global di 3 Bursa Asing!
BEI Dorong Insentif Pajak Bertingkat untuk Dongkrak IPO & Free Float
Lepas Suspensi, Saham Ini Terbang 4,88 Persen di Sesi II
OJK Beberkan Tak Ada Putusan Downgrade dan Outflow dari Indeks S&P DJI
OJK Limpahkan Eks Dirut BPR SAWA ke Jaksa, Terancam 15 Tahun Penjara





