BEI Dorong Pencatatan Efek Beragun Aset, Ini Tujuannya
Ilustrasi: Screen perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI).
EmitenNews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah resmi menerbitkan Peraturan Nomor I-K yang mengatur pencatatan Efek Beragun Aset (EBA) berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.
Peraturan ini berlaku mulai 16 Oktober 2024 dan menggantikan Peraturan Pencatatan Efek sebelumnya yang diatur dalam Peraturan Nomor I.G, sebagai langkah harmonisasi dengan perkembangan pasar dan kebutuhan regulasi saat ini.
Peraturan I-K bertujuan mempermudah pencatatan EBA sekaligus meningkatkan transparansi dan pelindungan bagi investor. Salah satu poin pentingnya adalah kewajiban Manajer Investasi untuk menyampaikan dokumen pencatatan secara elektronik, yang akan diatur lebih lanjut oleh BEI.
Selain itu, EBA yang tercatat diwajibkan memiliki peringkat investment grade untuk memastikan kelayakan investasi.
Sebagai insentif, BEI menawarkan potongan 50% biaya pencatatan tahunan bagi EBA selama lima tahun pertama, berlaku mulai 16 Oktober 2024 hingga 16 Oktober 2029. Langkah ini diharapkan dapat mendorong penerbit EBA untuk lebih aktif mencatatkan produknya di BEI, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan pilihan investasi di pasar modal.
BEI juga berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pelindungan investor di pasar modal Indonesia agar selaras dengan praktik global yang berlaku?.
Related News
BEI–KSEI Janjikan Penyelesaian 3 Masukan MSCI di April 2026
OJK–BEI Jajaki Rule Making Rule, Inilah Konteks, Waktu, dan Tujuannya!
Baru Keluar FCA, Saham PADI Ambles, ARB dan KOCI Ngacir
Tiga Saham Masuk Pengawasan Bursa, Salah Satunya Milik Haji Isam
Cermati Kasus Pidana Pasar Modal, BEI Perketat dan Revisi Aturan IPO
Emiten Existing Diberi Waktu Tiga Tahun Penuhi Free Float 15%





