EmitenNews.com -Bursa Efek Indonesia (BEI) segera meluncurkan papan pemantauan khusus hybrid dengan metode perdagangan periodic call auction untuk saham saham tidak likuid dan Continous Auction.
Salah satu kriteria metode perdagangan untuk saham saham anggota papan pemantauan khusus yang menarik perhatian yakni batas bawah harga atau (auto rejection bawah) dapat menyentuh Rp1 per lembar saham.
Menurut Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy bahwa penerapan papan pemantauan khusus tengah dalam tahap pembicaraan dengan Otoritas Jasa Keuangan.
“Kita Harapkan tahun ini,” kata dia kepada wartawan, di gedung BEI Jakarta, Jumat (27/1).
Irvan bilang papan pemantauan khusus hybrid guna membiasakan pelaku pasar dengan metode dengan metode call Auction.
Related News
20 Saham di Indeks Baru BEI, Apa Saja?
Kinerja Positif, RUPSLB Angkat Christian Lesmana Dirut Bank Neo (BBYB)
BEI Akan Luncurkan IDX Commodity 20, Mulai Efektif 30 Oktober 2026
Baru Tujuh yang Melantai, BEI Pangkas Target IPO 2026 Jadi 15 Saham
BEI Belum Bahas Danantara Jadi Pemegang Saham
Bursa Bicara Target 2027: 25 IPO, Capex Rp670M, & Proyeksi Keuangan





