BEI Sandera Tiga Saham ARA, Kapan Bebas?
:
0
Ilustrasi suspensi yang diakibatkan oleh kenaikan harga secara agresif.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan tiga saham yang sebelumnya melesat hingga menyentuh auto rejection atas (ARA) yakni, PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII), PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA), dan PT Pool Advista Finance Tbk. (POLA).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyampaikan keputusan tersebut mulai efektif diberlakukan pada Senin (23/2/2026).
“Langkah suspensi ini dilakukan sebagai bentuk cooling down serta untuk melindungi investor setelah terjadi peningkatan harga yang signifikan dalam waktu singkat,” ujar Yulianto.
Sebelum disuspensi pada perdagangan Jumat (20/2), saham AGII tercatat melonjak terbang 620 poin atau 24,80 persen hingga menyentuh ARA di level harga tertinggi harian Rp3.120.
Sementara itu, saham ZATA dalam perdagangan terakhirnya melesat 42 poin atau 34,71 persen ke harga ARA Rp163.
Adapun, saham POLA juga tak kalah agresif. Sebelum suspensi, POLA ditutup naik 10 poin atau 9,52 persen ke posisi Rp115 dan menyentuh harga tertinggi hariannya.
Untuk AGII, suspensi pertamanya ini ditengarai hanya berlaku satu hari perdagangan dan saham kembali diperdagangkan normal pada sesi berikutnya.
Sedangkan, ZATA dan POLA merupakan suspensi kedua, dengan potensi penghentian sementara sekitar satu minggu. Kedua saham ini juga akan berpotensi diganjar masuk kategori Full Call Auction (FCA) Kategori 10.
BEI mengimbau investor untuk mencermati keterbukaan informasi masing-masing emiten serta mempertimbangkan aspek fundamental sebelum mengambil keputusan investasi. (*)
Related News
Sinyal Positif, Kepercayaan Investor Meningkat Dorong Penguatan IHSG
Indonesia SIPF Rilis Consultation Paper, Bidik Payung Hukum Lebih Kuat
Selasa Sore IHSG Ditutup Menguat, Mari Cermati Faktor Pendorongnya
Hitung RBC Asuransi, OJK Sesuaikan dengan Metode Standar Global
Kenaikan Saham Sektor Energi, Dorong Penutupan IHSG MenguatÂ
15 Calon IPO Masuk Radar Bursa, Rencana Melantai di April-Juni 2026





