Bencana Longsor Bandung Barat, 80 Warga Masih Hilang Tertimbun Lumpur
Bencana longsor yang melanda Bandung Barat, Jawa Barat masih menyisakan 80 orang tertimbun lumpu, dan masih dalam upaya pencarian tim SAR Gabungan. Dok. Pemprov Jabar.
EmitenNews.com - Tim SAR gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian korban bencana tanah longsor di Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Memasuki hari kelima pencarian korban, Rabu (28/1/2026), sebanyak 80 warga dilaporkan masih hilang dan diduga tertimbun material longsor. Tim juga membawa 50 mayat dalam kantong jenazah.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) terus berjalan di posko utama dalam proses pendalaman medis. "Sebanyak 50 kantong jenazah, yang sudah teridentifikasi 35, Sisanya, 15 kantong masih menunggu Hasil DNA yg dititipkan di RSUD Cibabat Cimahi."
Berdasarkan hasil validasi data dalam rapat lintas instansi, tercatat sebanyak 158 warga terdampak langsung oleh bencana ini. Dari angka tersebut, 78 orang dinyatakan selamat, sementara 80 orang lainnya masih dalam pencarian.
Kepada pers, Incident Commander bencana longsor Cisarua, Ade Zakir, mengungkapkan bencana ini melanda tiga wilayah di Desa Pasirlangu, yaitu: Kampung Pasirkuning: RT 05 RW 11. Kampung Pasirkuda: RT 01 RW 10. Kampung Babakan Cibudah: RT 06 RW 07.
"Data terbaru menunjukkan total rumah dengan status rusak berat mencapai 48 unit, ditambah satu fasilitas ibadah berupa musala yang juga rusak berat," kata Ade Zakir.
Saat ini, tercatat ada 564 jiwa dari 186 Kepala Keluarga (KK) yang bertahan di pengungsian.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tengah memetakan lahan untuk relokasi warga. Tanah kas desa menjadi opsi utama
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tengah memetakan lahan untuk relokasi warga. Selasa (27/1/2026), Ade Zakir menyebutkan bahwa tanah kas desa menjadi opsi utama untuk tempat tinggal baru bagi para korban.
"Sedang kita cari dan inventarisasi, terutama tanah kas desa. Kalau sudah ada, kita cek dulu aspek keamanannya secara geologi. Harus kita kaji dulu," tutur Ade Zakir.
Jika tanah kas desa tidak memadai, pemerintah mempertimbangkan opsi kedua yakni pembelian lahan. Ade menyebut dana bantuan atau donasi dari masyarakat bisa dihimpun untuk mempercepat proses ini, mengingat pengadaan tanah melalui jalur pemerintah memerlukan waktu yang cukup lama.
Sejauh ini, kondisi cuaca di lokasi bencana masih menjadi tantangan bagi tim SAR. Intensitas hujan ringan hingga sedang disertai kabut tebal kerap menyelimuti wilayah Cisarua. Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jawa Barat, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa Jawa Barat saat ini tengah berada di puncak musim hujan.
"Potensi hujan intensitas ringan, sedang, lebat, bahkan sangat lebat masih berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan, terutama di wilayah Cisarua ini," jelas Teguh Rahayu.
Kepada seluruh relawan dan petugas pencarian untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan. Sebagai langkah mitigasi, teknologi modifikasi cuaca (TMC) telah dilakukan sejak 24 Januari 2026.
"Pertumbuhan awan di area bukit Burangrang terus masuk, sehingga hingga pagi ini sudah ada tiga penerbangan untuk modifikasi cuaca guna memecah awan hujan," urai Teguh Rahayu.
Bandung Barat berstatus Siaga Darurat untuk bencana banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, dan tanah longsor
Seperti diketahui musibah tanah longsor melanda wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyampaikan, longsor terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah.
Material tanah menimbun permukiman warga setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut dalam waktu cukup lama. Bencana tersebut berdampak terhadap sekitar 34 kepala keluarga atau 113 jiwa.
Related News
Tiket Pesawat Mahal, Kemenhub Ungkap Faktor Pemicunya
Panggung Ahok Saat Tampil Jadi Saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta
Presiden Lantik Dewan Energi Nasional, Ketua Harian Bahlil Lahadalia
Bencana Sumatera, 28 Perusahaan Juga Akan Dikenai Sanksi Pidana
Boros Pangan Bisa Buat Makan Hampir Separuh Penduduk Indonesia
Kementan: Dugaan Korupsi Rp27 Miliar Bukan Narasi, Tapi Fakta Hukum





