Berburu Investor Strategis, Quantum Investama (KREN) Fokus Garap Teknologi, dan Digital
EmitenNews.com - Quantum Clovera Investama (KREN) akan lebih fokus bisnis investasi terutama industri teknologi, dan digital. Pasalnya, sektor teknologi, dan digital memiliki prospek cerah. Oleh karena itu, perseroan secara bertahap mendivestasi beragam investasi saham.
Tindakan tersebut diharap membuat perseroan lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya, dan lebih lincah dalam menjalankan berbagai strategi. ”Rencana divestasi dilakukan secara berkala. Pelepasan termasuk namun tidak terbatas pada perusahaan bergerak bidang lembaga jasa keuangan bidang pasar modal,” tegas Indera Hidayat, Sekretaris Perusahaan Quantum Clovera Investama.
Nah, untuk memuluskan rencana tersebut, saat ini perseroan tengah dalam proses pencarian investor. Tentu, rencana itu, nanti akan dimintakan restu para investor untuk memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal. ”Penjajakan investor masih terus berlangsung,” imbuhnya.
Sepanjang 2022, penyumbang utama segmen keuangan dan investasi perseroan yaitu Kresna Sekuritas (KS), dan Kresna Asset Management (KAM). KS berkontribusi terhadap pendapatan konsolidasian kurang dari 0,18 persen, dan KAM kurang dari 0,03 persen. Lalu, KS berkontribusi terhadap total aset 5,91 persen, dan KAM sekitar 2,28 persen.
Perseroan berharap rencana transaksi divestasi dapat memberi manfaat positif bagi pemegang saham, dan menghindari unsur-unsur transaksi benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam POJK 42/POJK.04/2022. ”Kami juga berharap investor baru yang akan membeli investasi bukan dari pihak terafiliasi,” harapnya. (*)
Related News
Bank BJB Cari Dana Segar Lewat Obligasi Keberlanjutan Rp932 Miliar
ZTE dan SURGE (WIFI) Tandai Kemitraan Bersejarah
ELPI Right Issue 22 Persen, 9 Maret Minta Restu Pemegang Saham
Dirut Bank Danamon Segera Lengser, MUFG Sudah Punya Penggantinya
Ada Rencana Divestasi! PGJO Jawab BEI Soal Volatilitas Transaksi Saham
Sudahi 2025, Emiten Aguan (CBDK) Surplus Laba 47 Persen Rp1,36 Triliun





