Berpotensi Suspensi Sepekan, 3 dari 4 Saham Bakal Masuk FCA
Ilustrasi suspensi yang diakibatkan oleh kenaikan harga secara agresif.
EmitenNews.com - PT Ifishdeco Tbk. (IFSH), PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) beserta warannya GRPM-W, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI), dan PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk. (AHAP) resmi disuspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul lonjakan harga saham yang dinilai tidak wajar dalam waktu singkat.
BEI menyampaikan bahwa penghentian sementara perdagangan tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan investor sekaligus upaya menjaga keteraturan dan kewajaran transaksi di pasar reguler.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyatakan bahwa langkah suspensi merupakan bagian dari penguatan pengawasan terhadap saham-saham yang mengalami pergerakan harga ekstrem.
“Penerapan langkah pengawasan ini dilakukan untuk menjaga perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien. Keputusan tersebut mulai efektif diberlakukan pada Senin (12/1),” ringkas keterangan Yulianto.
Dari empat saham tersebut, IFSH tercatat baru pertama kalinya menjalani suspensi berpotensi kembali diperdagangkan normal seusai satu hari dihentikan perdagangannya.
Sementara itu, BIPI, GRPM, GRPM-W, dan AHAP telah masuk ke dalam suspensi lanjutan tahap kedua, sehingga berpeluang besar dikenakan mekanisme Full Call Auction (FCA) dengan potensi penguncian perdagangan hingga satu pekan lamanya.
Sebelum disuspensi pada perdagangan Jumat (9/1), saham GRPM kembali ditutup menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) untuk kedelapan kalinya. Saham ini ditutup menguat 9,84 persen atau naik 12 poin ke Rp134.
Dalam sepekan, GRPM melonjak 32,67 persen, dalam sebulan melesat 116,13 persen, dan secara triwulanan menguat 119,67 persen, atau naik 73 poin dari harga Rp61 pada 12 Oktober 2025.
Saham BIPI ditutup menguat 15,86 persen atau naik 230 poin ke Rp1.680.
Dalam sepekan, saham ini melesat 104,88 persen, berlanjut 112,66 persen dalam sebulan, serta menguat 107,41 persen dalam tiga bulan terakhir, atau naik 870 poin dari level Rp810 pada 12 Oktober 2025.
Saham IFSH ditutup naik 12,22 persen atau 22 poin ke Rp200.
Dalam sepekan, saham ini menguat 62,90 persen, berlanjut 134,88 persen dalam sebulan, dan naik 98,04 persen secara triwulanan, atau bertambah 100 poin dari posisi Rp102 pada 12 Oktober 2025.
Adapun, saham AHAP ditutup menguat 2,14 persen atau naik 4 poin ke Rp191.
Dalam sepekan, saham ini volatil naik 15,06 persen, sementara dalam sebulan melonjak 96,91 persen. Secara triwulanan, AHAP telah menguat 105,38 persen, atau naik 98 poin dari harga Rp93 pada 12 Oktober 2025. (*)
Related News
Dua dari Empat Saham Masuk UMA Masih Unjuk Performa
Lepas Suspensi, Dua Saham Terbang Kembali Mentok ARA
ICEx Resmi Jadi SRO Kripto Berizin Yang Diawasi OJK
Pasar Modal RI Sukses Galang Modal Rp274,8T bagi Korporasi di 2025
OJK dan BEI Ungkap Fakta Kekuatan Baru Investor Ritel
Utang Pinjol Masyarakat Capai Rp94,85 Triliun, Ini Yang Dilakoni OJK





