EmitenNews.com - Seiring kondisi perekonomian yang makin membaik, tahun ini PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) siap memacu kinerja dengan menyiapkan belanja modal alias  capital expenditure  (capex) yang lebih tinggi.

 

Adapun, sepanjang tahun ini PWON akan mengalokasikan capex dengan total Rp 2,9 triliun. Angka ini naik signifikan sebanyak 378,54% dibandingkan dengan alokasi capex tahun lalu yang sebesar Rp 606 miliar.

 

Kenaikan capex PWON juga sejalan dengan meningkatnya target pendapatan pra-penjualan alias  marketing sales . Pada tahun ini, PWON menargetkan  marketing sales  sebanyak Rp 1,8 triliun. Meningkat 28,57% dibandingkan realisasi tahun lalu yang berada di angka Rp 1,4 triliun.

 

Untuk itu PWON tahun ini berencana kembali merilis produk  high rise , yakni Pakuwon Bekasi dan Pakuwon Mall Surabaya. Pakuwon Bekasi akan dirilis pada kuartal kedua dan Pakuwon Mall Surabaya bakal diluncurkan pada kuartal keempat 2022.

 

PWON memproyeksikan kontribusi pendapatan paling kuat tetap berasal dari penjualan segmen rumah tapak di Surabaya pada tahun ini. Hal itu tercermin dari penjualan properti rumah tapak masih menjadi kontributor utama pra penjualan PWON sebesar 52% pada 2021 atau naik 37% dari tahun sebelumnya

 

Menurut Direktur PWON, Minarto Basuki, anggaran capex tahun lalu ditujukan untuk pembelian lahan baru dengan alokasi Rp 31 miliar. PWON akan menggunakan sebagian besar capex untuk biaya konstruksi sejumlah proyek yang sedang digarap.

 

Sedangkan untuk tahun ini, anggaran capex Rp 2,9 triliun tersebut akan dipakai untuk konstruksi proyek Pakuwon Mall Bekasi, Pakuwon City Mall  extension , renovasi dua mall di Yogyakarta dan Solo, serta rencana pembelian tanah beserta peluang akuisisi  operating asset  lainnya.

Adapun sumber dana capex PWON berasal dari kas internal dan dana dari emisi obligasi tahun 2021. "Pelaksanaan realisasi capex untuk proyek-proyek konstruksi dan renovasi yang sudah definitif akan terus kami jalankan sesuai rencana," jelas Minarto, Kamis (17/3).

 

Minarto optimistis, tahun 2022 akan lebih kondusif. Manajemen PWON meyakini bahwa daya beli dan tingkat kepercayaan konsumen semakin meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi dan terkendalinya pandemi. Kondisi ini akan mendorong minat konsumen yang sebelumnya menunda pembelian produk properti.