Blokir 31 Juta Rekening, PPATK Temukan Rp1,15T Duit Terkait Pidana
:
0
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana. Dok. Inilah.
EmitenNews.com - Pemblokiran rekening dormant membawa Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada fakta mengejutkan. PPATK menemukan uang mengendap senilai Rp1,15 triliun yang terkait dengan tindak pidana, setelah memblokir 31 juta rekening dormant atau rekening nganggur.
Dalam keterangannya yang dikutip Jumat (8/8/2025), Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan dari 31 juta rekening dormant, ditemukan 1.155 rekening yang terindikasi terlibat tindak pidana. Nilai transaksinya mencengangkan, yaitu mencapai Rp1,15 triliun.
"Ada tindak pidana korupsi, perjudian, penipuan, pencucian uang, narkotika, perpajakan, terorisme, cukai, lingkungan hidup, dan lainnya, itu ada 1.155 rekening dengan nilai Rp1,15 triliun," ujar Ivan Yustiavandana, di Kantor PPATK, Jakarta.
Dari total 1.155 rekening itu, paling banyak ditemukan yang terkait dengan perjudian, totalnya mencapai 517 rekening. Kemudian, tindak pidana korupsi sebanyak 280 rekening dan kejahatan siber 96 rekening. Sisanya tindak penggelapan, penipuan, pencucian uang, narkotika hingga terorisme.
PPATK juga menemukan rekening terkait tindak pidana lain, seperti perbankan, pelanggaran ITE, cukai dan perdagangan orang.
Di luar itu semua, PPATK menemukan jutaan rekening penerima bantuan sosial atau bansos yang statusnya dormant hingga 3-5 tahun.
Sebanyak 122 juta rekening dormant di 105 bank. Jumlah tepatnya sebanyak 10,41 juta rekening dengan nominal saldo Rp 2,41 triliun.
"Rekening dormant penerima bansos yang tidak digunakan ini ada 10,41 juta rekening yang saldonya Rp2,41 triliun," kata Ivan Yustiavandana.
Total saldo rekening dormant penerima bansos itu terdiri atas yang tak memiliki transaksi debit dalam rentang waktu 0-3 tahun sebanyak 508.360 rekening. Nilai saldonya Rp152,16 miliar.
Untuk rentang transaksi aktif debit terakhir periode 3-5 tahun sebanyak 3,55 juta rekening dormant dengan nilai saldo Rp889,70 miliar, dan untuk rentang aktif debit terakhir lebih dari 5 tahun mencapai 6,35 juta dengan saldo rekening Rp1,37 triliun.
Related News
Lambang Perjuangan Lawan Kolusi Itu, Buruh Bernama Marsinah
JPU Siap Tanggung Jawab Tuntutan Atas Nadiem, Sampai di Akhirat
Tren Positif Hubungan RI-Rusia, Nilai Perdagangan Capai USD4,8 Miliar
Kecelakaan Bus Maut di Sumsel, Korban Tewas Jadi 19 Orang
Ada Heri Black dalam Kasus Korupsi Bea Cukai yang Ditangani KPK
Siapkan CNG Pengganti LPG, Pemerintah Rumuskan Standar Keselamatan





