Blue Bird (BIRD) dan LRT Jakarta Berkolaborasi Permudah Akses Layanan Teknologi Digital
:
0
EmitenNews.com - PT LRT Jakarta dan PT Blue Bird Tbk (BIRD) sepakat untuk menjalin kolaborasi dalam pengembangan teknologi digitalisasi dan integrasi sistem layanan transportasi publik.
Direktur Utama PT LRT Jakarta, Hendri Saputra mengungkapkan, melalui layanan B2B, PT LRT Jakarta akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak dalam meningkatkan kepuasan layanan LRT Jakarta melalui berbagai inovasi digital dan integrasi moda transportasi. "Kerja sama ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan dan pemanfaatan aplikasi digital yang dimiliki oleh LRT Jakarta dan Blue Bird group (BBG), namun tidak terbatas pada pemesanan layanan, informasi tarif, rute dan program loyalty,” ujar Hendri, seperti dilansir dari siaran pers, Kamis (10/3/2022).
Direktur PT Blue Bird Tbk, Sigit Djokosoetono, mengungkapkan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara kedua perusahaan. “Kami senang dapat menjadi partner strategis PT LRT Jakarta untuk perkembangan teknologi digitalisasi dan peningkatan kualitas transportasi massa melalui integrasi. Hal ini sejalan dengan transformasi digital yang sedang Blue Bird jalankan menuju usia 50 tahun perusahaan,” ungkap Sigit.
Disebutkan, Blue Bird telah menjalankan tiga pilar transformasi untuk membangun ekosistem mobilitas yang disebut Mobility as a Service (MaaS). Pilar transformasi tersebut adalah; Multi-Channel Reservation, di mana masyarakat mendapatkan keberagaman akses untuk mendapatkan layanan Blue Bird.
Multi-Payment, di mana masyarakat mendapat beragam pilihan metode transaksi dan Multi-Product, dimana masyarakat dapat memilih beragam jenis layanan Blue Bird sesuai dengan kebutuhan mereka. PT LRT Jakarta dan PT Blue Bird Tbk kini menjajaki lebih banyak peluang kerja sama dalam hal joint marketing campaign baik secara online maupun offline.
Related News
Barito Pacific Raup Pendapatan USD8,69 Miliar per September 2026
Pasar Aset Kripto Tertekan, Kinerja COIN Terdongkrak Segmen Derivatif
Laba BREN Naik 21,8% Jadi USD161 Juta, Sahamnya Anjlok 81,5% YTD
Penjualan Indofood Tembus Rp101,5 Triliun hingga Akhir September 2026
Tambah Modal! Merdeka Battery (MBMA) Bakal Private Placement Lagi
Pastikan Rumor Merger Tidak Benar, BCA (BBCA) Ungkap Fakta Ini





