Selanjutnya, RUPST tersebut menyetujui rencana resolusi perseroan dan penginian rencana aksi (recovery plan) perseroan, serta membahas laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan dan Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I tahun 2021.
"Dengan hasil RUPST hari ini, perseroan berkomitmen untuk menjadikan tahun 2022-2024 sebagai tahun transisi bagi pemulihan bisnis perseroan sembari memperkuat kapasitas internal perusahaan untuk dapat mendorong akselerasi bisnis pasca pandemi," tutur Sunarso.
Penguatan atas aspek-aspek inti bisnis beserta pengungkitnya (enabler) yang berimplikasi kuat terhadap kinerja perseroan, tetap terus dilakukan sebagai strategi penguatan fundamental guna menjaga kemampuan perseroan untuk tetap tumbuh sehat dan berkelanjutan di tengah disrupsi dan ketidakpastian.
Related News
Senyap! Pengendali Borong 6,35 Miliar Saham AMRT
Turun Tipis, Emiten Haji Isam (TEBE) Tabulasi Laba Rp132,72 Miliar
Lagi! Dua Pentolan Serok Saham ASII Rp6,29 Miliar
Terus Merosot, MNC Asia Buang Saham IATA Rp63,18 Miliar
Melejit 26 Persen, DCII Akhiri 2025 dengan Laba Rp1 Triliun
WIFI dan ASR Hadirkan Standar Baru Layanan Fixed Broadband





