Selanjutnya, RUPST tersebut menyetujui rencana resolusi perseroan dan penginian rencana aksi (recovery plan) perseroan, serta membahas laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan dan Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I tahun 2021.
"Dengan hasil RUPST hari ini, perseroan berkomitmen untuk menjadikan tahun 2022-2024 sebagai tahun transisi bagi pemulihan bisnis perseroan sembari memperkuat kapasitas internal perusahaan untuk dapat mendorong akselerasi bisnis pasca pandemi," tutur Sunarso.
Penguatan atas aspek-aspek inti bisnis beserta pengungkitnya (enabler) yang berimplikasi kuat terhadap kinerja perseroan, tetap terus dilakukan sebagai strategi penguatan fundamental guna menjaga kemampuan perseroan untuk tetap tumbuh sehat dan berkelanjutan di tengah disrupsi dan ketidakpastian.
Related News
Pengendali BYAN, Low Tuck Kwong Rogoh Rp3,6 M Cicil Saham Harga Bawah!
Aksi MESOP II Digelar, 5 Petinggi SOLA Baru Akumulasi 1,54 Juta Saham
Emiten Prajogo (CUAN) Ungkap Hasil Eksplorasi Emas PT Intam di NTB
Telisik! Entitas PPRE Agunkan Aset Rp1,46T Untuk Kredit Jumbo Dari BRI
Aksi Beli Digeber Komisaris ULTJ, Raup Cuan Rp11,7 Miliar
NICE Kantongi Kredit Rp100 Miliar dari Bank SMBC, Ini Peruntukannya





