Bukti GoPay Telah Jadi Mesin Pertumbuhan dan Laba GoTo, Cek Ya
:
0
Unit usaha Financial Technology (Fintech) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) itu, semakin berkembang pesat dan turut menjadi mesin pertumbuhan dan laba untuk perseroan. Alhasil jumlah transaksi GoPay tembus 2 miliar pada kuartal 1 2026 atau naik 84% YoY. Dok. Ist.
EmitenNews.com - GoPay menjadi mesin pertumbuhan, dan Laba GoTo. Unit usaha Financial Technology (Fintech) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) itu, semakin berkembang pesat dan turut menjadi mesin pertumbuhan dan laba untuk perseroan. Alhasil jumlah transaksi tembus 2 miliar pada kuartal 1 2026 atau naik 84% YoY.
Siaran pers, Rabu (29/4/2026) mencatat, di sepanjang kuartal I 2026, pengguna Bertransaksi Bulanan MTU Fintech meningkat sebesar 33% YoY menjadi 27,5 juta. Jumlah transaksi tembus 2 miliar pada kuartal 1 2026 atau naik 84% YoY.
Tidak heran kalau nilai transaksi atau GTV inti tumbuh 72% YoY menjadi Rp131 triliun. Hal itu didorong oleh segmen pembayaran konsumen serta pertumbuhan yang solid pada jumlah pengguna dan transaksi.
Kemudian, pendapatan bersih tumbuh 58% YoY menjadi Rp1,9 triliun, didukung oleh peningkatan nilai buku pinjaman konsumen dan pertumbuhan yang stabil transaksi pembayaran.
Selain itu, unit bisnis Fintech juga mencatatkan EBITDA yang disesuaikan tumbuh 674% mencapai rekor Rp364 miliar, menandai capaian profitabilitas enam kuartal berturut-turut.
Di luar itu semua, GOTO juga melaporkan bahwa bisnis pembayaran terus mendorong pertumbuhan nilai buku pinjaman, yang mencapai Rp9,9 triliun, meningkat 59% YoY dengan kualitas kredit yang masih terjaga dengan baik.
Masuk akal kalau kemudian, pencapaian positif unit bisnis Fintech ini semakin mempertebal profitabilitas Grup. GOTO mencapai EBITDA Grup yang disesuaikan positif sebesar Rp907 miliar di sepanjang kuartal I 2026 atau meningkat 131% YoY.
Di sisi lain, GOTO juga melaporkan pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah sebesar Rp171 miliar pada kuartal I 2026, berbalik dari posisi rugi Rp367 miliar pada kuartal I 2025. Sementara itu, pendapatan bersih mencapai Rp5,3 triliun atau tumbuh 26% YoY.
Penting diketahui, pertumbuhan pendapatan tersebut tak terlepas dari jumlah pengguna bertransaksi tahunan yang meningkat pesat. Jumlah pengguna yang bertransaksi dalam setahun (ATU) naik 22% menjadi 69 juta orang.
Sementara itu, Direktur Utama GOTO Hans Patuwo menyampaikan pencapaian ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usah
Related News
ASII Kemas Laba Rp5,85 Triliun, Susut 15,58 Persen Kuartal I 2026
BBCA Mulai Eksekusi Buyback Saham, Segini Nilai Maksimumnya
Penjualan Q1-2026 HMSP Terpangkas Laba Malah Naik, Ini Pemicunya
Dividen Final Bank Mandiri (BMRI) Rp377 per Saham, Yield 8,4 Persen
Laba ASGR Melejit 47,4 Persen di Q1-2026, Segmen Ini Jadi Penopangnya
Laba WINS Melonjak 194 Persen di Q1 2026, Ditopang Kapal High-Tier





