Cari Pengendali Baru, PADI Kejar Efektivitas Rights Issue
:
0
Direktur Utama PADI, Djoko Joelijanto. Foto: Istimewa
EmitenNews.com - PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) tengah berpacu dengan waktu untuk merealisasikan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I). Aksi korporasi rights issue ini kini memasuki fase krusial, yakni menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan.
Di tengah proses tersebut, merujuk keterbukaan informasi, manajemen PADI menyampaikan masih belum adanya sosok pengendali baru pasca hengkangnya pemegang saham lama.
Sejak hengkangnya PT Sentosa Bersama Mitra yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro, hingga kini PADI belum menetapkan Pengendali Saham Baru (PSP).
Manajemen menyebut, proses pencarian masih berlangsung dan mencari PSP yang memenuhi persyaratan integritas secara hukum dan memenuhi kelayakan keuangan.
“Perseroan masih dalam tahap proses mencari dan menetapkan pihak yang akan menjadi Pengendali Saham Baru (PSP),” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Selasa (28/4/2026).
Kondisi ini membuat struktur kepemilikan saham PADI saat ini didominasi publik hingga sekitar 98,056 persen. Absennya pengendali utama membuka ruang spekulasi pasar terkait potensi masuknya investor strategis melalui aksi rights issue yang sedang disiapkan.
Dari sisi regulasi, PADI menghadapi batas waktu yang cukup ketat. Rencana right issue masih menggunakan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025 sebagai dasar.
Artinya, perseroan harus memperoleh pernyataan efektif dari OJK paling lambat 30 Juni 2026. Jika melewati tenggat tersebut, perusahaan berpotensi harus memperbarui dokumen dengan laporan keuangan terbaru, yang tentu akan memperpanjang proses aksi korporasi.
"Sampai saat ini belum ada informasi atau kejadian penting lainnya yang material yang akan dilakukan perseroan pada masa yang datang dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Perseroan serta dapat mempengaruhi harga saham Perseroan, namun apabila ada, akan dilakukan sesuai peraturan yang berlaku," tutur manajemen.
Apabila PMHMETD I berjalan sesuai rencana, komposisi kepemilikan saham akan mengalami penyesuaian, khususnya di level manajemen.
Related News
Jaya Property (JRPT) Anggarkan Rp100 Miliar untuk Buyback Saham
Bukan dari Operasional, Laba Q1-2026 RDTX Ngebul Berkat Investasi
Perkuat Bisnis, Anak Usaha MARK Caplok AGM Rp9,99 Miliar
Laba Bersih Citra Borneo Utama (CBUT) Naik 11,5 Persen di Q1-2026
Bisnis Lelang Merosot, ASLC Petik Laba Perdana dari Jualan Mobil Bekas
Emiten TP Rachmat (DRMA) Kantongi Penjualan Rp1,5T, Laba Naik Terbatas





