EmitenNews.com - PT Cashlez Worldwide (CASH) memfasilitasi transaksi non-tunai Sarinah. Melalui kerja sama itu, seluruh outlet Sarinah baik itu in store, e-commerce maupun mobile apps dapat menerima pembayaran non-tunai. Misalnya, kartu kredit/debit, QRIS, Virtual Account, maupun PayLater tergabung dalam ekosistem Cashlez. 


Kehadiran ekosistem Cashlez itu, sangat positif bagi Sarinah. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perlu beradaptasi dengan perkembangan industri melalui berbagai kolaborasi, salah satunya dengan fintech. ”Digitalisasi sebuah keniscayaan pada sektor ritel. Namun, sisi lainnya menikmati pengalaman berbelanja secara langsung masih merupakan daya tarik konsumen,” tutur Fetty Kwartati Direktur Utama PT Sarinah, Senin (24/1).


Sistem pembayaran ala Cashlez amat mendukung transformasi Sarinah menjadi Community Mall. Sarinah memberi panggung karya komunitas terutama komunitas kreatif, dan stakeholders pariwisata yang memang sudah terkoneksi dengan ekosistem digital end to end sebagai hulu sektor. Sementara hilirisasi sektor, dan rantai nilai paling bernilai transaksi tanpa uang tunai menjamin akurasi, kenyamanan, dan keamanan.


Asas sustainability juga sangat terbantu dengan digitalisasi ekosistem ritel tersebut. Sustainability, kunci bermain di pasar masa depan, dan dunia. Selanjutnya ekosistem digital turut menyumbangkan peran besar terhadap Good Corporate Governance (GCG) karena memudahkan transparansi, dan akuntabilitas menjadi landasan pelayanan pelanggan, pemegang saham, mitra usaha, dan tenant Sarinah. ”Jadi, digitalisasi mendukung kredo BUMN yaitu AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Adaptif, dan Kolaboratif,” ulas Fetty.


Sementara itu, Cashlez telah membantu lebih dari 13 ribu pelaku usaha seluruh Indonesia berbagai segmen. Mulai ritel, F&B, pariwisata, hingga transportasi. Cashlez dan Sarinah memiliki tujuan serupa yaitu membantu para pelaku usaha Indonesia, khususnya UMKM. ”Kami berharap kerja sama ini mendukung brand lokal UMKM, dan produk dalam negeri masuk pasar global melalui penerimaan pembayaran non-tunai sesuai visi transformasi Sarinah,” tegas Presiden Direktur Cashlez, Suwandi. 


Sekadar informasi, sejak pandemi Covid-19, pertumbuhan transaksi digital meningkat pesat di Indonesia. Berdasar data Bank Indonesia (BI), transaksi uang elektronik hingga kuartal III 2021 tercatat naik 45,05 persen secara tahunan alias year-on-year (Yoy). Pertumbuhan itu, diiringi lompatan ekspektasi, dan preferensi masyarakat untuk berbelanja secara digital. Oleh karena itu, Sarinah turut mendukung pertumbuhan ekonomi keuangan digital Indonesia melalui penerapan pembayaran non-tunai. 


Digitalisasi memastikan terkelolanya rantai pasok hingga rantai nilai secara integral. Dengan begitu, sistem ini akan masuk sebagai platform yang meningkatkan consumer insight, dan service excellence. Maklum, digitalisasi membantu mengenal, melayani konsumen lebih cepat, dan tanggap. Dengan begitu, bisa menjadi landasan penyempurnaan pelayanan (continuous improvement). 


Ritel, sebuah axis, titik belanja, dan titik konsumsi pelanggan atau dalam jargon bisnis dikenal Point of Sale, dan Point of Consumption. Istilah itu, mencakup daya mengelola supply, dan demand sisi industri. Digitalisasi memberi pengalaman utuh berbelanja kepada pelanggan. Itu dasar kekuatan bisnis ritel harus terus dipertahankan, dan disempurnakan. 


Nah, Road to Grand Launch Sarinah pada Maret 2022, program tersebut sudah mulai diaktifkan (commissioning & trial) secara bertahap. Saat ini, sejumlah store Sarinah sudah menerapkan integrasi pembayaran. Misalnya, Banjarmasin, Bandung, Malang, dan beberapa daerah lain. 


Nanti, kala Sarinah Thamrin mulai beroperasi penuh tidak akan menemui hambatan teknis. Belanja 24 jam sebagai pemenuhan gaya hidup masyarakat metropolis bisa dilakukan dengan kolaborasi bersama lembaga keuangan, dan perusahaan-perusahaan jasa ekspedisi atau pengiriman di market place. (*)