EmitenNews.com - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menyampaikan penjelasan terkait penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) yang dilaksanakan pada pertengahan tahun lalu.

Dari aksi korporasi tersebut, perusahaan yang tergabung dalam Barito Group itu berhasil menghimpun dana sebesar Rp2,371 triliun. Setelah dikurangi biaya IPO sebesar Rp3,47 miliar, hasil bersih yang diperoleh tercatat sebesar Rp19,421 triliun.

Manajemen menjelaskan, dana bersih IPO tersebut digunakan untuk penyertaan modal kepada sejumlah anak usaha guna mendukung pengembangan bisnis, pembelian aset, serta kebutuhan operasional.

Direktur CDIA Jonathan Kandinata dalam surat kepada Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 13 Januari 2026, menyampaikan bahwa hingga akhir Desember 2025 perseroan telah merealisasikan penggunaan dana IPO sebesar 51 persen atau setara Rp1,20 triliun.

Rinciannya, dana sebesar Rp634,37 miliar telah disalurkan kepada PT Chandra Shipping International dan PT Marina Indah Maritim. Selanjutnya, sebesar Rp571,79 miliar digunakan untuk penambahan modal anak usaha sektor pelabuhan dan logistik, PT Chandra Samudera Port.

Sementara itu, sisa dana IPO untuk sementara ditempatkan dalam Rekening Giro perseroan di Bank DBS Indonesia dengan jangka waktu satu bulan dan tingkat imbal hasil sebesar 4,75 persen per tahun.