Cek! Berikut 10 Saham Top Losers Pekan ini
Petugas kebersihan menyisir teras depan area Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir pekan di level 8.660. Itu setelah dalam tempo sepekan mengalami lompatan 0,32 persen dari pekan lalu di posisi 8.632. Sejatinya, Senin (8/12), Indeks kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah di 8.710.
Merujuk data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 8–12 Desember 2025, kala indeks melambung tinggi, ada sejumlah saham bergerak kontras. Yaitu, mengorbit zona merah dan menjadi pengganjal indeks untuk mencetak rekor baru. Saham-saham itu, tergabung dalam top losers.
Yaitu, Duta Pertiwi (HOPE) anjlok 37,71 persen alias 89 poin menjadi Rp147 dari sebelumnya Rp236. Lotte Titan (FPNI) drop 37,14 persen setara 585 poin menjadi Rp990 dari sebelumnya Rp1.575. Andalan Sakti (ASPI) merolot 32,54 persen atau 340 poin menjadi Rp705 dari sebelumnya Rp1.045.
Green Power (LABA) merosot 28,22 persen alias 57 poin menjadi Rp145 dari sebelumnya Rp202. Pembbangunan Graha Lestari (PGLI) menukik 27,72 persen atau 102 poin menjadi Rp266 dari sebelumnya Rp368. Koka Indonesia (KOKA) ambels 19,84 persen setara 50 poin menjadi Rp202 dari sebelumnya Rp252.
Minna Padi (PADI) terdilusi 19,21 persen setara 29 poin menjadi Rp122 dari Rp151. Tifa Finance (TIFA) susut 18,97 persen atau 111 poin menjadi Rp474 dari sebelumnya Rp585. Bangun Karya (KRYA) terkoreksi 17,48 persen atau 36 poin menjadi Rp170 dari Rp206. Mineral Mandiri (AKSI) terpotong 16,95 persen alias 89 poin menjadi Rp436 dari Rp525. (*)
Related News
IHSG dan Hampir Semua Indeks Saham Global Menguat, Cuma Dua yang Minus
Mengenal 4 Persen Rule, Rumus Financial Freedom saat Pensiun
Pertamina NRE Gandeng Suzhou Kembangkan Pembangkit Tenaga Sampah
Februari Berlanjut, Penyaluran Beras SPHP Tak Berjeda
Program S'RASA Antarkan Kecap Indonesia Masuk Pasar Belanda
HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Periode Kedua Januari 2026 Naik Lagi





