Cenderung Koreksi, IHSG Orbit Level 8.550
Petugas kebersihan menyisir teras depan area Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu 0,09 persen menjadi 8.632. Rupiah ditutup menguat tipis di pasar spot pada level Rp16.648 per dolar Amerika Serikat (USD). Setelah sempat mencapai level intraday tertinggi baru lagi di 8.689, Indeks mengalami pullback dipicu kondisi jenuh beli.
Indikator MACD, dan Stochastic RSI juga mengindikasikan momentum melemah. Meski demikian, indeks masih berada di uptrend dengan berada di atas MA20, MA50, dan MA200. So, sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 8 Desember 2025, indeks akan mengitari area support 8.550, dan posisi resistance 8.600.
Pekan depan, domestik akan merilis sejumlah data indikator ekonomi, yaitu penjualan sepeda motor November 2025, Indeks Keyakinan Konsumen November 2025, dan penjualan ritel Oktober 2025. Mayoritas mata uang kawasan Asia menguat terhadap USD, karena ekspektasi penurunan suku bunga the Fed pekan depan.
Namun, mata uang India melemah mendekati level terendah setelah Reserve Bank of India menurunkan suku bunga 25 bps menjadi 5,25 persen seperti prediksi. Harga emas pasar spot bergerak menguat di kisaran USD4.227 per troy oz, menjelang dirilis indeks PCE prices, dan ekspektasi penurunan Fed rate.
Fokus perhatian investor global pertemuan the Fed pada 9-10 Desember waktu AS. Kalau indeks PCE prices masih relatif dengan harapan pasar, potensi penurunan suku bunga the Fed 25 bps akan makin besar pada pertemuan tersebut. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor menjala saham berikut.
Yaitu, Panin Financial (PNLF), Telekomunikasi Indonesia alias Telkom (TLKM), Medco Energi Internasional (MEDC), Alamtri Resources Minerals (ADMR), Merdeka Battery Materials (MBMA), dan Pertamina Geothermal Energy (PGEO). (*)
Related News
IHSG Naik Tipis 0,05 Persen, Sektor Teknologi Pimpin Penguatan
Pemegang Saham PNGO Tampung Dividen Interim Pinago Utama Hari Ini
Erwin Ciputra Rogoh Rp3,65 Miliar untuk Tampung Saham PTRO
IHSG Sesi I (27/1) Tergelincir ke Level 8.921, Saham Konglo Berguguran
Masuk Pemantauan Khusus, PADI dan KOCI Kompak ARB
BEI Kekang Dua Saham, Salah Satunya Terancam Terkunci Sepekan





