EmitenNews.com - Mendorong penerapan ekonomi biru sebagai kebijakan utama sektor kelautan dan perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Marine Stewardship Council (MSC), untuk mengurai succes story dalam penerapan perikanan berkelanjutan di Indonesia. 

 

"Perikanan berkelanjutan tidak berhenti di praktik, tapi juga pelaku bisnis dan konsumen. Untuk itu, hari ini kita menggaungkan keberhasilan Indonesia dan edukasi bagi yang lain," terang Direktur Pemasaran Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud saat membuka webinar series Harkannas 2021 bertajuk "Keberlanjutan Sumber Daya Ikan Nasional untuk Ketahanan Pangan", Selasa (16/11/2021).

 

Machmud menambahkan, KKP memiliki 3 terobosan sebagai bentuk aplikasi ekonomi biru di antaranya perikanan tangkap terukur dalam rangka meningkatkan kesejahteraan nelayan, pengembangan perikanan budidaya berbasis riset untuk peningkatan ekspor, dan pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal. Dikatakannya, penerapan ekonomi berkelanjutan, juga dibarengi dengan peningkatan konsumsi ikan nasional sebagai sumber pangan untuk kebutuhan protein masyarakat. 

 

"Tentu hal ini juga untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui Gemarikan, kita sosialisasi, mengedukasi dan mengajak masyarakat berkreativitas mengolah ikan untuk jadi menu keluarga," sambungnya.

 

Sementara Ketua Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI), Janti Djuari mencontohkan penerapan sertifikat ekolabel MSC. Selain menjaga keberlanjutan, sertifikasi tersebut juga untuk meningkatkan sekaligus membuka akses pasar secara global agar dapat bersaing dengan negara lain.