Dapat Tugas Sebagai Ketua Tim Pemenangan Ganjar Pranowo, Ketua Kadin Merasa Terhormat
:
0
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid. dok. Republika.
EmitenNews.com - Mendapat tugas besar sebagai Ketua Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, Arsjad Rasjid mengaku kaget. Di luar itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) belum pernah diberitahu sebelum ditunjuk oleh para pimpinan partai koalisi pendukung Ganjar Pranowo tersebut.
Meski begitu, kepada pers, Selasa (5/9/2023), Arsjad Rasjid menganggap penunjukan tersebut merupakan suatu kehormatan. Satu hal lagi, Direktur Utama PT Indika Energi Tbk. itu, ada hal-hal yang harus dipertimbangkan.
Pasalnya, di luar posisinya sebagai ketua umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid masih memegang beberapa jabatan. Di antaranya, sebagai Direktur Utama PT Indika Energi Tbk. Bagaimana pun, dia menyatakan harus berbicara dulu mengenai kedudukannya saat ini, dan tugas besar yang harus diembannya menuju Pipres 2024, untuk memenangkan Ganjar Pranowo yang diusung PDI Perjuangan, PPP dan Perindo.
Seperti diketahui dalam rapat pimpinan partai politik pengusung Ganjar Pranowo yang dihelat di kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (4/9/2023), para petinggi parpol pendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 sepakat menunjuk Arsjad Rasjid sebagai ketua Tim Pemenangan Nasional.
Selain itu, para petinggi partai juga menunjuk mantan Panglima TNI Jenderal Purn. Andika Perkasa menjadi salah satu wakil ketua tim kampanye. Menantu eks Kepala BIN AM. Hendro Priyono, seperti Arsjad Rasjid juga belum diberi tahu perihal penunjukannya sebagai wakil ketua tim pemenangan. Tetapi dia juga mengaku siap menjalankan tugas yang diberikan. ***
Related News
Bank BSN Perkuat Ekosistem Emas Syariah, Buka Peluang Investasi Berkah
Geledah Rumah Anak Buah Menteri Nusron Wahid, KPK Temukan Petunjuk
Keracunan MBG Masih Terjadi, Kepala BGN Sudaryono Sodorkan Fakta Ini
Diakui BPS, Konten Kreator Hingga Analis Kriptografi Masuk KBJI 2026
Dicecar DPR Soal Dana Rp106T Baru 3 Kopdes Beroperasi, Ini Kata Menkop
Pemerintah Pertimbangkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi





