IDXINDUST

 -0.01%

IDXINFRA

 -0.21%

IDXCYCLIC

 -0.20%

MNC36

 0.14%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 -0.65%

IDXTRANS

 0.53%

IDXENERGY

 -0.48%

IDXMESBUMN

 0.46%

IDXQ30

 0.16%

IDXFINANCE

 0.33%

I-GRADE

 0.33%

INFOBANK15

 0.61%

COMPOSITE

 0.05%

IDXTECHNO

 -0.82%

IDXV30

 -0.20%

ESGQKEHATI

 0.29%

IDXNONCYC

 0.26%

Investor33

 0.19%

IDXSMC-COM

 -0.01%

IDXBASIC

 -0.17%

IDXESGL

 0.17%

DBX

 -0.39%

IDX30

 0.10%

IDXG30

 0.18%

ESGSKEHATI

 0.20%

IDXSHAGROW

 -0.55%

KOMPAS100

 0.03%

PEFINDO25

 -0.23%

BISNIS-27

 0.23%

ISSI

 -0.25%

MBX

 0.10%

IDXPROPERT

 -0.34%

LQ45

 0.08%

IDXBUMN20

 0.56%

IDXHIDIV20

 0.24%

JII

 -0.49%

IDX80

 0.02%

JII70

 -0.44%

SRI-KEHATI

 0.36%

IDXLQ45LCL

 0.08%

SMinfra18

 0.29%

KB Bukopin
Sawit Sumbermas Sarana

Delta Dunia Makmur (DOID) Perpanjang Periode Buyback USD33 Juta

24/01/2023, 11:15 WIB

Delta Dunia Makmur (DOID) Perpanjang Periode Buyback USD33 Juta

EmitenNews.com - Delta Dunia Makmur (DOID) memperpanjang periode buyback USD33 juta. Masa buyback diulur sepanjang tiga bulan mendatang. Tepatnya, terhitung sejak 25 Januari 2023 hingga 24 April 2023. 


Sepanjang tiga bulan mendatang, perseroan telah menyiapkan Rp148,59 miliar. Anggaran tersebut setara USD9,9 juta dengan kurs Rp15 ribu per dolar Amerika Serikat (USD). Dana itu akan digunakan untuk menyerap saham buyback maksimal 1,01 miliar lembar. 


Untuk memuluskan rencana itu, perseroan telah menunjuk BNI Sekuritas. Berdasar hasil buyback periode 7 Maret 2022 sampai 6 Juni 2022, dan 8 September 2022 hingga 7 Desember 2022, perseroan telah menyerap sebanyak 711.700.000 helai alias 711,7 juta lembar. ”Pembelian dilakukan dengan harga wajar,” tulis Ronald Sutardja, Direktur Utama Delta Dunia Makmur. 


Selanjutnya, saham hasil buyback akan disimpan sebagai saham treasuri berdurasi tidak lebih dari tiga tahun. Perseroan sewaktu-waktu bisa melakukan pengalihan saham treasuri melalui beberapa skema. Dijual baik di bursa atau di luar bursa.


Ditarik kembali dengan cara pengurangan modal, pelaksanaan program kepemilikan saham oleh karyawan dan/atau direksi, dan dewan komisaris; dan/atau pelaksanaan konversi efek bersifat ekuitas. ”Kami optimistis buyback tidak berdampak negatif. Pasalnya, perseroan memiliki modal, dan arus kas cukup untuk membiayai aksi tersebut,” ucap Ronald. (*)




Author: J S