Demi Listrik, Pemerintah Harus Awasi Pemenuhan DMO Batu Bara
:
0
Kurangnya pasokan batu-bara menjadi penyebab terjadinya pemadaman listrik di sejumlah wilayah.(Foto: Istimewa)
EmitenNews.com - Kurangnya pasokan batu-bara menjadi penyebab terjadinya pemadaman listrik di sejumlah wilayah. Untuk mengatasi ini pemerintah diingatkan pentingnya mengawasi pelaksanaan kewajiban pengusaha batu bara untuk memenuhi pasokan ke PLN minimal 20%.
Hal itu dikemukakan Pengamat Ekonomi dan Energi UGM Fahmy Radhi terkait terjadinya pemadaman listrik bergilir di sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu terakhir. Pemadaman listrik bergilir ini sudah pasti sangat merugikan kosumen industri dan rumah tangga.
Menurut Fahmi konsumen industri memang bisa menggunakan genset saat listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) padam. Tetapi penggunaan genset tentu akan menambah biaya operasional bagi industri.
"Konsumen rumah tangga, yang tidak memiliki genset, terpaksa harus menggunakan lilin saat pemadaman listrik bergilir terjadi di malam hari," ujarnya, Minggu (21/6/2026).
Menurut Direktur Utama PLN, pemadaman listrik bergilir tersebut disebabkan oleh adanya gangguan teknis pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) utama di Jawa dan tersendatnya pasokan batu bara yang dibutuhkan PLTU.
"Pemadaman listrik bergilir pernah terjadi beberapa tahun lalu yang disebabkan oleh kekurangan pasokan batubara yang dibutuhkan PLN untuk PLTU," ungkap Fahmy.
Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 1395 K/2018 menetapkan target pasokan batu bara ke PLN minimal sebesar 20% dari total produksi batu bara dan menetapkan harga jual batu bara ke PLN sebesar US $70 per metrik ton.
Namun, sering kali kewajiban DMO itu tidak dapat dipenuhi karena dinamika harga batu bara di pasar dunia.
"Pada saat harga batu bara dunia tinggi, pengusaha batu bara cenderung lebih mendahulukan ekspor ketimbang memasok batu bara ke PLN. Dampaknya, PLN mengalami kekurangan pasokan batu bara sehingga menyebabkan terjadinya pemadaman listrik bergilir," bebernya.
Fahmy menegaskan, PLN harus segera mengatasi pemadaman listrik bergilir dalam tempo sesingkatnya, memperbaiki supply chain management pasokan batu bara, dan meningkatkan kualitas pemeliharaan PLTU.
Related News
Tarif Promo MRT Jakarta Rp1 Berlaku Tiga Hari, Cek Tanggalnya!
Proyek Jembatan Cincin Donat Dukuh Atas, Integrasi 6 Moda Transportasi
Dari 5 Pabrik Penasihat Presiden Ini Temukan Potensi PHK Ribuan Buruh
Jakarta Kota Terbaik ke-53 Dunia, Populer di Instagram dan TikTok
Ini Rincian Diskon Tarif KA hingga Pesawat Udara Libur Sekolah 2026
Bersinergi, Bank BSN-TDA Dorong Kelahiran Wirausaha Tangguh





