EmitenNews.com—Kendati kinerja dibayangi potensi kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) di semester dua 2022, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimistis bisa mencapai target  marketing sales  tahun ini.

 

Dalam keterangan resmi, Kamis (7/7) Direktur CTRA, Harun Hajadi, menyebut saat ini perusahaan tidak menjalankan strategi khusus. CTRA masih melakukan promosi seperti biasa, malah KPR bank masih menjadi andalan.

 

"Tapi jika inflasi menggila misalnya di atas 5,5% dan mata uang rupiah melemah banyak, maka kami harus memikirkan kembali  marketing sales  dan terutama  review  ulang untuk  launching  proyek barunya," jelas Harun.

 

Harun juga bilang penjualan tahun ini masih bisa tumbuh dibanding tahun lalu. Namun dia melihat pertumbuhan ini kurang merata karena ada beberapa kota yang penjualanya belum maksimal. Adapun penjualan yang menonjol masih berasal dari proyek-proyek di kota Jabotabek, Surabaya dan Medan.

 

CTRA menyatakan penjualan rumah tapak masih menjadi kontributor paling besar terhadap penjualan perseroan sepanjang tahun ini. Tapi tren penjualan apartemen pada tahun ini masih belum terbilang bagus kendati sudah terlihat ada pergerakan ke arah yang positif. Kondisi oversupply dan penyerapan yang sedikit membuat pelemahan penjualan apartemen masih berlanjut.