Dibuang Pengendali 65,4 Juta Lembar, Saham COCO Ambles ARB
Manajemen COCO ketika mencatatkan sahamnya di BEI.
EmitenNews.com - Pemegang saham pengendali PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. (COCO), yaitu Mahogany Global Investment Pte Ltd, secara bertahap melepas sebagian kepemilikan sahamnya di emiten cokelat tersebut secara beruntun di awal Oktober 2025 dengan total 65.494.786 lembar saham.
Gendra Fachrurozi Corporate Secretary COCO dalam keterangan resmi Rabu (9/7) menyampaikan bahwa Mahogany Global Investment Pte Ltd melepas saham COCO dari tanggal 2,3 dan 6 Oktober pada harga Rp400 hingga Rp472 per lembar. Dari aksi jual ini Mahogany Global Investment Pte Ltd yang berbasis di Singapura ini mengantongi dana sebesar Rp28,8 miliar
Setelah rangkaian transaksi tersebut, kepemilikan Mahogany Global Investment Pte Ltd berkurang dari 524,55 juta saham (57,83%) menjadi 459,06 juta saham atau setara 45,20% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh di COCO.
" Transaksi ini merupakan penjualan sebagian porsi kepemilikan langsung, dan Mahogany Global masih berstatus sebagai pemegang saham pengendali perusahaan," tulis Gendra.
Seperti diketahui, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) hingga paruh pertama 2025 mencatat rugi bersih Rp82,53 miliar atau melonjak 153,9% dibanding rugi Rp32,48 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan semester I -2025 yang dipublikasikan Rabu (8/10) disebutkan penjualan bersih COCO tercatat sebesar Rp73,16 miliar, turun 8,9% dari Rp80,34 miliar pada Juni 2024.
Pada perdagangan hari ini Kamis (9/10) saham COCO anjlok hingga ARB di harga Rp290 atau ambles 53,97%.
COCO dalam sebulan terakhir terbang 20 persen dari harga Rp525 pada 8 September 2025.
Dalam enam bulan COCO melesat 869 persen dari harga Rp65 pada 8 April 2025.
Secara tahunan (YTD) COCO melambung 677,7 persen dari harga Rp81 pada 2 Januari 2025.
PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) dikenal dengan merek cokelat premium 'Schoko'. Perusahaan ini dibangun pada tahun 2006 dan go public pada tahun 2019. Perusahaan ini memproduksi coklat bubuk, couverture, coklat campuran, olesan, isian, serta minuman coklat bubuk. Biji kakao ditanam dan dipanen secara lokal di Indonesia.
Related News
Obligasi Rp600 Miliar RMKE Batal Melantai Hari Ini, Ada Apa?
Dua Bos MEDS Saling Oper 37,5 Juta Saham Harga Rendah, Jual Premium!
Tak Lagi Punya Pengendali, HKMU Minta Arahan BEI Soal Pemilik Manfaat
Finfluencer Wajib Berizin, OJK Usut 32 Sosok Ini hingga Siapkan Sanksi
Masuk Bisnis RFID, JTPE Bidik Margin Lebih Tebal dari Brand Protection
Tumbuh Double Digit, Allo Bank (BBHI) Raup Laba Rp574M di 2025





