Dolar AS Melemah ke 99,6, Rupiah dan Pasar RI Berpeluang Menguat
:
0
Indeks dolar AS berfluktuasi di kisaran level 99,6 pada perdagangan Senin setelah merosot tajam pada sesi sebelumnya. (Foto: Dok)
EmitenNews.com - Indeks dolar AS berfluktuasi di kisaran level 99,6 pada perdagangan Senin setelah merosot tajam pada sesi sebelumnya. Pelemahan mata uang Paman Sam ini dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih buruk dari perkiraan pasar.
Pelemahan indeks dolar AS ini memberikan ketenangan bagi pasar keuangan Indonesia karena berpotensi meredakan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan menahan arus modal keluar dari pasar modal domestik.
Trading Economics mencatat penurunan indeks dolar terjadi setelah laporan non-farm payrolls secara tak terduga menunjukkan penurunan sebesar 23.000 pekerjaan pada Juli 2026. Data ketenagakerjaan tersebut juga diwarnai revisi penurunan tajam pada dua bulan sebelumnya yang semakin mempertegas pemburukan kondisi pasar tenaga kerja AS.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada pemangkasan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS, The Federal Reserve, dalam waktu dekat.
Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada September kini merosot menjadi sekitar 44 persen. Angka ini turun signifikan jika dibandingkan dengan proyeksi seminggu sebelumnya yang mencapai 67 persen.
Para investor global saat ini mengalihkan perhatian mereka pada data inflasi AS yang dijadwalkan rilis pekan ini guna mencari petunjuk tambahan terkait arah kebijakan moneter mendatang.
Di saat yang sama, para pelaku pasar tetap mencermati dinamika geopolitik di Timur Tengah. Iran secara tegas membantah telah melangsungkan pembicaraan langsung dengan pihak AS, kendati pemerintah Washington mengklaim bahwa kesepakatan kedua negara sudah semakin dekat.
Pihak Teheran tetap menuntut pengakhiran blokade angkatan laut AS, pencabutan sanksi ekonomi, serta pembayaran kompensasi atas kerugian perang sebelum menyetujui kesepakatan apa pun.(*)
Related News
Menkeu Suahasil Pastikan Tetap Kejar Para Pengemplang BLBI
Rupiah Ditutup di Rp17.903, Berpotensi Sentuh Rp18.000?
Tertekan Dolar dan Kebutuhan Valas, Rupiah Kian Dekati Rp18.000/USD
Ikut Tertekan Bunga Fed, Emas Antam Turun Lagi Rp15 Ribu
Tencent Rilis TenPayGo, Mudahkan Turis Asing di China
Trump: Hubungan AS-China tak Pernah Seakur Sekarang





