Dolar Menguat 4 Hari Jelang Rapat Fed, Rupiah Siap Siaga
:
0
Mata uang dolar AS.(Foto: Dok)
EmitenNews.com - Indeks dolar Amerika Serikat (AS) menguat mendekati level 99,2 pada perdagangan hari Senin. Penguatan ini mencatatkan tren positif selama empat sesi berturut-turut di tengah langkah antisipasi para investor menjelang pertemuan kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) serta dampak kenaikan harga minyak dunia.
Penguatan mata uang AS ini terjadi seiring tingginya ekspektasi pasar terhadap pengetatan suku bunga. Trading Economics menyebut pelaku pasar saat ini memperhitungkan probabilitas sebesar 86 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 25 basis poin pada hari Rabu, dengan potensi kenaikan lanjutan hingga akhir tahun 2026.
Sikap memicu pengetatan moneter tersebut ditopang oleh rilis data ekonomi AS terkini.
Data yang dirilis Jumat menunjukkan inflasi konsumen AS tetap stabil di 3,4% pada bulan Agustus, sesuai dengan angka Juli dan ekspektasi pasar, sementara inflasi inti berada di atas perkiraan karena CPI inti naik 0,3% secara bulanan.
Selain inflasi konsumen, Indeks Harga Produsen (IHK) AS turut meningkat pada bulan Agustus. Di saat yang sama, indikator pasar tenaga kerja AS terus menunjukkan ketahanan sektor lapangan kerja yang solid di tengah ketidakpastian pasar.
Tekanan inflasi global kian bertambah menyusul lonjakan harga minyak mentah. Lonjakan tersebut terjadi setelah Arab Saudi menangguhkan operasi jalur pipa Timur-Barat yang merupakan rute alternatif vital untuk menghindari jalur rawan Selat Hormuz.
Penguatan dolar AS dan tingginya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed ini membawa implikasi penting bagi pasar keuangan Indonesia. Tren penguatan greenback berpotensi memicu tekanan terhadap pergerakan nilai tukar rupiah serta meningkatkan kewaspadaan pada arus modal di pasar obligasi dan saham domestik.(*)
Related News
Minyak Melonjak, Fed Hawkish, Emas Antam Ikut Terkoreksi
Investor Asing Obral Saham Chip, Indeks KOSPI Anjlok 3,14%
Inflasi Energi Melonjak, Harga Emas Tertahan 3 Pekan
1.822 Investor Cairkan Lebih Awal SBR014T2 Senilai Rp362,7 Miliar
Isu Keamanan AI dan Bunga Fed Pukul Bursa Saham AS
Pipa Utama Saudi Lumpuh, Harga Minyak Dunia Tembus USD108





