Namun, Andri melanjutkan perseroan akan melakukan mitigasi dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam memperkuat kondisi keuangan dan upaya optimalisasi aset. “Disiplin dalam pengelolaan biaya, serta peningkatan efisiensi dan efektivitas, sehingga dapat mengurangi biaya yang ada,” jelasnya kepada kepada EmitenNews.com, Senin (6/2/2023).

 

Sang CFO juga menyatakan bahwa penjualan SMSM saat masih di dominasi oleh ekspor dengan porsi mencapai 70 persen dana sisanya sebesar 30 persen  untuk domestik.

 

SMSM saat ini masih fokus dalam penjualan filter dan radiator sebagai produk andalan utama disamping beberapa produk lainnya. Ang menyebut di awal tahun ini penjualan perseroan masih sangat stabil walaupun kedepannya telah dipersiapkan berbagai strategi untuk menghadapi tantangan bisnis yang menurut para pengamat bakal penuh tantangan. Oleh sebab itu perseroan tahun 2023 memiliki target kinerja yang cukup konservatif dengan proyeksi pertumbuhan di 10 persen.

 

Perseroan bukan hanya mengejar penjualan yang melonjak tapi juga ingin semuanya berkesinambungan dengan bottom line yang tetap tumbuh positif. " Jangan sampai top linenya naik tapi bottom linenya turun, oleh sebab itu SMSM tetap hati-hati dalam kebijakan bisnisnya," tandas Ang Pribadi.