EmitenNews.com -PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) menganggarkan Rp35 miliar di tahun ini. Dana tersebut untuk keperluan ekspansi usaha khususnya untuk pengembangan infrastruktur demi peningkatan layanan bongkar muat kendaraan baik ekspor atau impor.

 

Direktur Keuangan dan SDM IPCC, Sumarno menyatakan capital expenditure (capex) atau modal kerja ini akan terus ditingkatkan demi tercapainya layanan yang lebih baik dan optimal. Tahun depan perseroan akan mengalokasi capex hingga Rp200 miliar.

 

"Pendanaan sudah kita siapkan sekitar Rp35 miliar dan tahun depan sekitar Rp150 miliar - Rp200 miliar. Capex ini untuk pengoperasian lahan dan persiapan administrasi lain sebab kita ketahui lahan yang ada sekarang sudah tidak menampung lagi," ujar Sumarno dalam media gathering IPCC di Bali, Kamis (25/5).

 

Ditegaskan paska PT Pelindo merger, layanan bongkar muat kendaraan semakin besar karena beberapa pelabuhan besar menjadi tanggung jawab dari IPCC. Hal ini menjadikan tuntutan mitra atau klien perseroan menjadi semakin tinggi.

 

"Ketika take over sebuah terminal maka ekspektasi masyarakat menjadi sangat besar jadi penataan di Terminal baik di satelit atau terminal utama menjadi kebutuhan," sambungnya.

 

Direktur Operasi dan Teknik IPCC, Bagus Dwipoyono menambahkan capex di tahun 2023 ini relatif lebih kecil dibandingkan rencana capex di tahun depan. Hal ini karena mayoritas kebutuhan investasi di tahun ini melanjutkan dari investasi di tahun sebelumnya.

 

"Investasi yang akan dilakukan tahun ini merupakan investasi lanjutan dari investasi sebelumnya. Kemudian untuk fisik yaitu untuk perbaikan lapangan," katanya.

 

Sementara kebutuhan capex di tahun depan relatif tinggi karena perseroan berencana menambah kapasitas parkir dengan membangun gedung bertingkat dengan total lahan parkir mencapai 3,8 hektar. Saat ini perseroan sedang melakukan pendalaman desain (DED/ Detail Engineering) terkait rencana pembangunan parkir.

 

"Di tahun depan akan ditambah kapasitas gedung parkir total 3,8 ha itu akan nambah kapasitas 2.000 unit. Kita sudah mulai untuk kajian DED dan di awal tahun depan mulai konstruksi," tukasnya.