DPR RI, Danantara, BUMN, & OJK Sidak ke BEI Bahas Stabilitas Pasar
:
0
Potret Konferensi Pers DPR RI, BUMN, Danantara, & OJK Sidak ke BEI. Foto: EmitenNews/Akhmad Jiharka.
EmitenNews.com - Imbas kejatuhan IHSG akhir-akhir ini, pimpinan DPR RI bergegas menggelar rapat tertutup dengan Danantara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Gedung BEI, Jakarta, Senin 19 Mei 2026.
Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Hadir juga CEO Danantara Rosan Roeslani, COO Danantara Doni Oskaria, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna.
Dalam konferensi pers usai rapat, OJK menyebut pelemahan IHSG beberapa hari terakhir masih sejalan dengan tren regional dan dipengaruhi dinamika geopolitik serta ekspektasi kebijakan moneter global.
“Pergerakan indeks kita sudah lebih secara fundamental. Price discovery lebih dipopang oleh aspek fundamental dibandingkan sentimen semata. Ini menurut kami sangat baik,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.
OJK juga mencatat sentimen positif dari investor retail. Nilai aktiva bersih reksa dana meningkat Rp49,71 triliun sepanjang tahun ini dari net subscription investor retail, naik 6,39% menjadi Rp718,44 triliun.
“Berita baiknya, walaupun ada dinamika seperti saat ini, perspektif investor juga meningkat dalam hal confidence. Ditandai dengan peningkatan 7 juta investor retail baru di pasar modal kita year to date,” lanjut Friderica.
BEI turut menyambungkan menyebut fundamental perusahaan tercatat masih solid meski pasar terkoreksi. Dari 957 perusahaan tercatat, hampir 85% sudah menyampaikan laporan keuangan tahunan.
“Secara fundamental net income dan net profit itu meningkat 21,5%. Dari sisi fundamental relatif menarik,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna.
Nyoman menambahkan, sisi demand dan supply pasar juga menunjukkan pertumbuhan. Jumlah investor sudah mencapai 27 juta, naik 6,5-7 juta sejak awal tahun. Di sisi supply, ada 15 perusahaan dalam pipeline untuk melantai di bursa, sebagian besar kategori papan utama.
“Dari sisi supply side masih manageable ada 15, dan sebagian besar perusahaan-perusahaan besar. Dari sisi kualitas atau performance perusahaan tercatat kita yang ditunjukkan oleh financial performance relatif meningkat,” ujarnya.
Related News
Perusahaan Entertainment dan PH Bakal IPO? Ini Kata BEI
BI Umumkan Batas Pembelian Maksimal USD25.000 Berlaku Mulai Juni 2026
BI Yakini Nilai Tukar Rupiah Menguat Mulai Juli, Begini Penjelasannya
Saham HSC Bakal Didepak FTSE Russel, Ini Respon BEI
IHSG Balik Sentuh 6.400 Seperti Era Covid-19, BEI Hanya Omong Begini
BEI Pastikan Jumlah IPO Masih Sesuai Target, 15 Sudah Masuk Pipeline





