IDXINDUST

 -0.03%

IDXINFRA

 -0.22%

IDXCYCLIC

 -0.21%

MNC36

 0.16%

IDXSMC-LIQ

 0.23%

IDXHEALTH

 -0.32%

IDXTRANS

 0.16%

IDXENERGY

 -0.60%

IDXMESBUMN

 0.47%

IDXQ30

 0.26%

IDXFINANCE

 0.35%

I-GRADE

 0.36%

INFOBANK15

 0.61%

COMPOSITE

 0.13%

IDXTECHNO

 -0.39%

IDXV30

 -0.21%

ESGQKEHATI

 0.38%

IDXNONCYC

 0.49%

Investor33

 0.26%

IDXSMC-COM

 0.10%

IDXBASIC

 0.01%

IDXESGL

 0.21%

DBX

 -0.32%

IDX30

 0.20%

IDXG30

 0.23%

ESGSKEHATI

 0.29%

IDXSHAGROW

 -0.48%

KOMPAS100

 0.14%

PEFINDO25

 0.05%

BISNIS-27

 0.29%

ISSI

 -0.22%

MBX

 0.18%

IDXPROPERT

 -0.19%

LQ45

 0.19%

IDXBUMN20

 0.55%

IDXHIDIV20

 0.27%

JII

 -0.39%

IDX80

 0.13%

JII70

 -0.31%

SRI-KEHATI

 0.43%

IDXLQ45LCL

 0.11%

SMinfra18

 0.45%

KB Bukopin
Sawit Sumbermas Sarana

Drop 396 Persen, Kino Indonesia (KINO) Kuartal III-2022 Tekor Rp245,78 Miliar

20/11/2022, 13:00 WIB

Drop 396 Persen, Kino Indonesia (KINO) Kuartal III-2022 Tekor Rp245,78 Miliar

EmitenNews.com - PT Kino Indonesia (KINO) per 30 September 2022 menderita rugi Rp245,78 miliar. Nyungsep 396 persen dari edisi sama tahun lalu laba Rp82,80 miliar. Efeknya, laba per saham dasar menukik menjadi minus Rp172 dari sebelumnya surplus Rp58.

 

Penjualan Rp2,83 triliun, terkoreksi 3,4 persen dari edisi sama tahun lalu Rp2,93 triliun. Beban pokok penjualan bengkak 13 persen menjadi Rp1,76 triliun dari edisi sama tahun lalu Rp1,55 triliun. Laba kotor Rp1,07 triliun, anjlok 21 persen dari fase sama tahun lalu Rp1,37 triliun. 

 

Beban penjualan Rp943,43 miliar, turun dari edisi sama tahun lalu Rp950,19 miliar. Beban umum dan administrasi Rp291,69 miliar, terkoreksi dari periode sama tahun lalu Rp302,91 miliar. Beban bunga naik menjadi Rp124,01 miliar dari fase sama tahun lalu Rp116,82 miliar.

 

Beban administrasi bank turun tipis menjadi Rp5,14 miliar dari Rp5,99 miliar. Laba penjualan aset tetap Rp10,26 miliar dari Rp9,14 miliar. Laba selisih kurs - neto Rp9,81 miliar, melejit 871 persen dari periode sama tahun lalu Rp1,01 miliar. Lain-lain bersih Rp9,70 miliar, drop 89 persen dari periode sama tahun lalu Rp92,98 miliar. 

 

Laba sebelum pajak penghasilan minus Rp261,10 miliar, ambles 349 persen dari edisi sama tahun lalu surplus Rp104,61 miliar. Beban pajak penghasilan - neto surplus Rp17,80 miliar, melesat 178 persen dari periode sama tahun lalu bengkak Rp22,78 miliar. 

 

Total ekuitas Rp2,20 triliun, turun dari edisi akhir 2021 sebesar Rp2,66 triliun. Total liabilitas Rp3,15 triliun, melejit 17 persen dari edisi akhir tahun lalu Rp2,68 triliun. Total aset Rp5,35 triliun, naik tipis dari posisi akhir 2021 sejumlah Rp5,34 triliun. (*)

 


Author: J S