Efisiensi dan Likuiditas Kuat, Fundamental Bisnis PGN Kian Solid
Petugas lapangan melakukan inspeksi terhadap instalasi perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Perusahaan Gas Negara alias (PGAS) mencatat fundamental bisnis tetap solid sepanjang 2025 di tengah dinamika industri energi. Itu tercermin dari capaian EBITDA sebesar USD971,2 juta dengan arus kas operasi tetap positif di level USD657,1 juta. Selain itu, perseroan juga mencatat posisi kas dan setara kas USD1,3 miliar pada akhir 2025 mencerminkan kapasitas likuiditas perusahaan tetap terjaga.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan stabilitas kinerja tersebut tidak terlepas dari disiplin pengelolaan keuangan, dan langkah efisiensi terus dilakukan perseroan. ”PGN konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan arus kas, dan portofolio bisnis. Langkah efisiensi, dan optimalisasi operasional menjadi bagian penting untuk menjaga ketahanan perusahaan menghadapi dinamika industri energi,” tutur Fajriyah, dalam keterangan resmi PGN.
Salah satu upaya efisiensi itu, tercermin dari penurunan beban umum dan administrasi USD33,3 juta atau sekitar 17 persen dibanding tahun sebelumnya. Dalam Laporan Keuangan Audited sepanjang 2025, PGN membukukan pendapatan USD3,9 miliar dengan laba bersih USD215,4 juta atau sekitar Rp3,6 triliun. Kinerja itu, didorong aktivitas bisnis inti PGN sektor midstream, dan downstream, khususnya kegiatan transmisi, distribusi gas bumi, dan pengembangan infrastruktur LNG.
Di sisi operasional, volume transmisi gas bumi tercatat mencapai 1.609 MMSCFD atau meningkat sekitar 4 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara volume regasifikasi LNG melalui fasilitas FSRU Lampung dan Terminal Arun mencapai 254 BBTUD. Perseroan juga terus memperkuat infrastruktur energi dengan menambah lebih dari 230 kilometer jaringan pipa distribusi sepanjang 2025, dan menjaga tingkat keandalan operasional mencapai 98,84 persen.
Dengan portofolio bisnis terdiversifikasi, dan pengelolaan keuangan disiplin, Fajriyah mengungkapkan PGN optimistis dapat terus menjaga stabilitas usaha sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan. (*)
Related News
Periksa! Berikut 10 Saham Top Losers Pekan Ini
Cek! Ini 10 Saham Top Gainers dalam Sepekan
IHSG Rontok 7,89 Persen, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp13.627 Triliun
Jumlah Nasabah Dan Tabungan Bullion Pegadaian Naik Hampir 2 Kali Lipat
Biarkan Debt Collector Bertindak Ilegal, Izin Usaha Bisa Dicabut
Kunjungan Ke Mal Jelang Lebaran Tahun Ini Diperkirakan Meningkat 15%





