Ekspansi Kredit, Bank Maybank (BNII) Jajakan Obligasi Rp1 Triliun
EmitenNews.com - PT Bank Maybank Indonesia (BNII) bakal menjajakan obligasi Rp1 triliun. Surat utang tahap I 2022 itu, bagian obligasi berkelanjutan IV maksimal Rp5 triliun. Dana hasil obligasi itu, untuk peningkatan aset produktif dalam penyaluran kredit.
Surat itu diterbitkan dalam tiga seri. Seri A berdurasi 370 hari dengan tanggal pelunasan pada 18 Juli 2023. Seri B berjangka tiga tahun dan jatuh tempo 8 Juli 2025. Dan, seri C bertenggang 5 tahun dengan tanggal jatuh tempo pada 8 Juli 2027.
Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 8 Oktober 2022 sedangkan Pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo masing-masing seri Obligasi adalah pada tanggal 18 Juli 2023 untuk Obligasi Seri A, 8 Juli 2025 untuk obligasi seri B, dan Juli 2027 untuk obligasi seri C. Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh pada saat jatuh tempo.
Kalau tanggal pembayaran bunga obligasi jatuh pada bukan hari bursa, bunga obligasi dibayar pada hari bursa sesudahnya tanpa dikenakan denda. Tingkat bunga obligasi tersebut merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasar jumlah hari kalender yang lewat dengan perhitungan satu tahun 360 hari kalender, dan satu bulan 30 hari kalender.
Obligasi itu, menyandang peringkat idAAA dari pemeringkat efek indonesia (Pefindo). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek BNI Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, Maybank Sekuritas Indonesia, dan Trimegah Sekuritas. Bank Mandiri (BMRI) beroperasi sebagai wali amanat. (*)
Related News
Emiten Nikel Grup Harita (NCKL) Ungkap Aksi Baru!
TOSK Serok Aset Rp67,2M Milik Dirut, Setara 41,8 Persen Ekuitas
Efisiensi & Lepas Lawson, Laba MIDI Terbang 62,43 Persen Jadi Rp772,5M
Ini 5 Masjid Ikonik Garapan WSKT, Siap Tampung 200.000 Jemaah Salat Id
BREN Catat Laba Bersih Meningkat 6,5 Persen di Sepanjang 2025
Akhiri 2025, Laba Grup Djarum (TOWR) Tembus Rp3,67 Triliun





