Eksplorasi Dua Area Tambang, Capitalinc (MTFN) Rogoh Rp46,13 Miliar
EmitenNews.com—Sebagai kewajiban emiten pertambanga, PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN) memaparkan laporan bulanan eksplorasinya. Batubara merupakan bahan galian yang bersifat ekonomis, sehingga diminati oleh investor asing maupun dalam negeri.
Gideon Tampubolon Corporate Secretary MTFN mengatakan, kegiatan eksplorasi per 30 September dilakukan oleh dua entitas usaha perseroan yaitu PT. Cahaya Batu Raja Blok (CBRB) dan PT. Kutai Etam Petroleum (KEP) dengan gelontoran dana senilai Rp46,13 miliar.
Cahaya Batu Raja Blok (CBRB) melakukan aktivitas eksplorasi di area Sumur AK-2 yang terletak di desa Sumber Ringin, kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan di Provinsi Sumatera Selatan.
Biaya yang ditimbulkan Sekitar Rp. 45.724.090.000, dengan hasil pembebasan lahan telah dilaksanakan dan akan dilanjutkan pembuatan Drilling Site Preparation (DPS).
Kontraktornya Integrated Driling Project Management (IDPM) akan dilakukan Direct Appointment terkait adanya kesepakatan untuk pengunduran diri dari vendor sebelumnya yaitu PT. Asia Petrocom Services.
Untuk Kutai Etam Petroleum (KEP) menghabiskan biaya eksplorasi senilai Rp410 juta dengan hasil Pembebasan lahan telah dilaksanakan dan akan dilanjutkan pembuatan DSP. Lokasinya di Sumur Bantuas-1 Wilayah Kerja Seinangka-Senipah berada di Dusun Tani Maju, Desa Batuah Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
Kontraktor yang melakukan eksplorasi adalah Integrated Drilling Project Management (IDPM) oleh PT. Asia Petrocom Services. Adapun kedua aktivitas eksplorasi ini rencana tindak lanjutnya adalah menunggu Approval TWE dari Kementerian ESDM.
Related News
GOTO Pasang Target EBITDA Melesat Hingga 69 Persen di 2026
Pascabencana Aceh, Waskita Karya Fiksasi SPAM Untuk Air Bersih 3000 KK
Dilusi 50 Persen! Rights Issue UANG Incar Dana Ekspansi & Bayar Utang
Pendapatan Bunga BVIC Naik Tipis, Laba Bersih 2025 Sentuh Rp131,74M
HAIS Setujui 30 Persen Laba untuk Dividen, Tebar Rp9,95 per Saham
PGN Targetkan Penyaluran Gas Naik 4 Persen Jadi 877 BBTUD Pada 2026





