Emiten Mebel (SOFA) Incar Tender Energi Danantara, Intip Persiapannya
Showroom PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA) di Plaza Indonesia, Jakarta
EmitenNews.com - PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA), emiten pengolahan mebel berbahan dasar kayu dan logam bersiap mengembangkan sayap ke sektor energi terbarukan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi pasca pengambilalihan Perseroan oleh pemegang saham pengendali baru.
Perubahan pengendali baru seiring masuknya PT Asia Investment Capital usai merampungkan transaksi jual beli saham pada 24 Oktober 2025 dengan Hardy Satya, Yohan Satya, dan Dimas Adiyasa Wiryaatmaja selaku penjual. Porsi saham pengendali yang ditransaksikan sebanyak 70,96 persen dengan total nilai transaksi sebesar Rp24,64 miliar.
Direktur SOFA, Ezra Mohammed Dhanaguna, dalam saluran keterbukaan informasi, Jumat, 2 Januari 2025 menjelaskan, ekspansi tersebut dilakukan melalui anak usaha PT Pratama Satya Prima yang telah mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui Keputusan Sirkuler. Dalam rangka penajaman fokus bisnis, entitas tersebut resmi diubah namanya menjadi PT Parivarta Energi Nusantara (PEN).
Sejalan dengan perubahan tersebut, Perseroan juga melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor PEN sebagai tindak lanjut atas kajian keekonomian pengembangan usaha di sektor energi. Aksi ini melibatkan PT Sebelas Bersaudara Sinergi sebagai mitra lokal strategis yang telah lebih dulu melakukan studi dan pengembangan usaha di bidang energi melalui grup usahanya.
Seluruh peningkatan modal tersebut akan diambil sepenuhnya oleh PT Sebelas Bersaudara Sinergi, sehingga menjadikannya sebagai pemegang saham baru di PEN. Bersamaan dengan itu, struktur manajemen PEN juga ditetapkan dengan Marwah Khodijah sebagai Direktur Utama, didampingi Ezra Mohammed Dhanaguna dan Romario Beckenbauer Yap sebagai Direktur, serta Denny Rizal sebagai Komisaris Utama.
Menindaklanjuti kajian keekonomian, PEN juga telah membentuk konsorsium berdasarkan Amendment and Restatement of Collaboration Agreement tertanggal 31 Desember 2025, bersama Hunan Construction Engineering Group Co. dan Kintan Usahasama Sdn. Bhd.
Konsorsium tersebut dibentuk untuk mengikuti tender proyek Waste-to-Energy yang diselenggarakan oleh PT Danantara Investment Management. Saat ini, PEN memfokuskan kegiatan usahanya pada pengembangan proyek energi terbarukan dan tengah menunggu hasil proses tender tersebut.
Manajemen menegaskan, langkah ini mencerminkan komitmen SOFA untuk memperkuat fundamental bisnis melalui diversifikasi usaha, sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di sektor energi hijau yang tengah menjadi fokus pengembangan nasional.
Related News
Borong Saham Rp914 Miliar, Hanwha Selangkah Lagi Kunci LPGI
Chandra Asri (TPIA) Tetapkan Bunga Obligasi Rp1,5T, Cek di Sini
Entitas Bakrie Lego 1,26 Persen VKTR Rp466,1 Miliar, Buat Apa?
Harum Energy Siapkan Dana Rp335 Miliar untuk Buyback HRUM
Fokus ke Bisnis Utama, ATIC Divestasi Saham Cucu Usahanya
RKAB 2026 Belum Terbit, Vale (INCO) Stop Sementara Operasional Tambang





