Entitas LPCK Eksekusi Transaksi Rp3,07 Triliun, Intip Lengkapnya
:
0
Promosi Meikarta besutan Lippo Cikarang memenuhi billbord jalanan Nen York, Amerika Serikat. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Entitas Lippo Cikarang (LPCK) mengeksekusi transaksi senilai Rp3,07 triliun. Transaksi itu melibatkan Megakreasi Cikarang Permai (MKCP), dan Mahkota Sentosa Utama (MSU). Transaksi berupa konversi utang jangka panjang menjadi saham MSU.
Megakreasi telah melakukan konversi atas Surat Utang Jangka Panjang Mahkota Sentosa Utama I TAHUN 2019 telah diterbitkan pada 2019 sehubungan dengan Dana Investasi Infrastruktur berbentuk Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur Bowsprit Township Development USD (Dinfra) menjadi 3.075.922.840 saham MSU.
Megakreasi sebagai pemegang unit Dinfra, telah mengonversi utang terbitan MSU menjadi saham senilai Rp3,07 triliun, pada 30 September 2024. Nilai transaksi tersebut 45 persen dari total ekuitas perseroan. Konversi unit Dinfra menjadi saham telah mendapat restu para pemegang unit penyertaan pada 27 September 2024.
Pelunasan utang dalam bentuk konversi unit Dinfra menjadi saham MSU merupakan penyelesaian utang berdasar ketentuan Pasal 6 ayat 4 perjanjian penerbitan SUJP. Setelah konversi unit Dinfra dilakukan, perseroan tidak lagi memiliki piutang terhadap MSU. Selanjutnya, MSU menjadi anak perusahaan terkonsolidasi dengan perseroan melalui Megakreasi.
Dengan pelaksanaan transaksi itu, diharap dapat mengurangi beban keuangan MSU yang secara tidak langsung memberikan dampak positif bagi perseroan. ”Konversi unit Dinfra menjadi saham, tidak menimbulkan dampak negatif material bagi kegiatan usaha maupun kelangsungan usaha perseroan,” tegas Steffi Grace Darmawan, Corporate Secretary Lippo Cikarang. (*)
Related News
Pengelola Gerai KFC (FAST) Panggul Rugi Rp369 Miliar
CBRE Siapkan Right Issue 12,7 Miliar Saham
Akhiri 2025, KREN Catat Rugi Bengkak Rp183 Miliar
Penjualan Turun, Laba MDRN Melonjak 1.958 Persen
KOTA Tobat Rugi, Defisit Ciut, dan Laba Melangit 330 Persen
Rugi Menipis, Emiten H Isam (FAST) Pikul Defisit Rp507 Miliar





