EmitenNews.com - PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) memutuskan untuk membatalkan pembagian dividen interim periode 1 tahun 2023 yang sebelumnya telah disampaikan. Pembatalan tersebut karena terbentur dengan peraturan bursa tentang pelaksanaan pembagian dividen interim.
Direktur EURO, David Adnan dalam keterangan resmi Senin (29/1) mengungkapkan bahwa Perseroan memutuskan melakukan pembatalan pembagian dividen interim yang telah disampaikan dikarenakan belum memenuhi ketentuan No Kep-00077/BEI/09-2021 perihal ketentuan pelaksanaan pembagian dividen interim.
Dia menambahkan, sehubungan dengan hal tersebut perseroan berkomitmen untuk melaksanakan seluruh kewajiban sebagaimana yang ditentukan dalam peraturan yang berlaku.
Untuk diketahui, Bursa mengatur laporan keuangan yang dapat digunakan oleh Perusahaan Tercatat sebagai dasar untuk pembagian dividen interim adalah laporan keuangan triwulan, atau laporan keuangan yang telah diaudit atau ditelaah secara terbatas oleh Akuntan Publik yang telah dipublikasi dengan ketentuan periode yang dicakup adalah periode setelah laporan keuangan triwulan.
Sedangkan EURO akan membagikan dividen interim telah mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris pada tanggal 22 Januari 2024 dengan mengacu kinerja tahun buku 2023 atau periode 1 Januari 2023 sampai dengan 31 Desember 2023.
Dengan kata lain, EURO akan membagikan dividen interim dengan mengacu laporan tahunan tahun buku 2023.
Dalam penyampaian tersebut, EURO akan membagikan dividen tengah tahun atau interim Rp4,8 per lembar kepada pemegang saham yang namana tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada penutupan bursa tanggal 1 Februari 2024, atau cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi.
Sedangkan cum dividen pasar tunai akan jatuh pada penutupan perdagangan bursa tanggal 5 Februari 2024.
Related News
INET Akuisisi 60% Saham SGI, Bidik Pendapatan Berulang Jangka Panjang
Anak Usaha GEMS Tambah Lagi Capex, Ada Dana Segar dari BMRI
Bebas dari Suspensi: 2 Saham Lanjut Ngebut, 1 Ambruk 13 Hari Berturut!
Meski Diterpa UMA BEI, Saham Ini Justru Loncat 27 Persen di Pembukaan
GRPH Bidik Okupansi Hotel 70% di 2026, Saham Suspen Bagaimana?
Akuisisi Beres, Saham Emiten Prajogo Ambles 55 Persen





