EmitenNews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (12/1/2026) pukul 14.33 WIB mendadak anjlok seketika 211,58 poin atau 2,37% ke level 8.725,17.

Tekanan jual terjadi serentak dan meluas, menandakan aksi profit taking masif yang menghantui kewaspadaan investor terhadap pecahnya sentimen global yang terjadi di Amerika Serikat dan domestik.

Data perdagangan menunjukkan 535 saham melemah, 359 saham menguat, dan 203 saham stagnan, dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp27,71 triliun.

Kronologi terjadi pukul 14.32 WIB, yang mana salah satunya menimpa saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) sempat tersengat flash crash intraday, turun cepat hingga hampir menyentuh Auto Rejection Bawah (ARB) di 394 sebelum kembali memantul. 

Berdasarkan data perdagangan intraday, sebelum insiden terjadi, saham BUMI masih bergerak relatif stabil hingga pukul 14.25 WIB. Harga berada di level 454, turun ringan 1,73%, dengan volume transaksi sekitar 219 ribu lot. Kondisi pasar saat itu terpantau normal tanpa indikasi tekanan ekstrem.

Namun, tujuh menit berselang, tepat pada pukul 14.32 WIB, terjadi gelombang jual besar-besaran. Harga BUMI langsung jebol ke 406 nyaris menyentuh ARB di 394 yang hanya berselisih 6 tick, mencatatkan penurunan intraday hingga 12,12% dalam waktu singkat.

Tekanan utama IHSG lebih disebabkan oleh aksi jual spontan di banyak saham, termasuk saham berkapitalisasi besar dan saham yang telah naik tajam dalam sepanjang sesi. 

Namun, uniknya hal-hal ini tidak terjadi di beberapa saham bluechips seperti BBCA, BBNI, BBRI, hingga BMRI yang terpantau terkoreksi kurang lebih hanya sekitar 1 persen saat ditekan anjloknya indeks komposit.