Gejolak Masih Tinggi, Ini 3 Saham Tambang yang Dijagokan hingga Akhir Tahun
:
0
EmitenNews.com -Indeks saham di Asia sore pada Jumat (27/10) di tutup menguat dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0.9% setelah kemarin terpuruk di level terendahnya dalam 11 bulan. Laporan keuangan dari Amazon dan Intel yang dirilis setelah pasar saham di AS tutup memberikan harapan bahwa indeks saham utama di Wall Street akhir pekan ini akan berusaha rebound di bawah bayangan konflik Timur-Tengah.
Dua pesawat tempur AS diberitakan menghancurkan fasilitas gudang amunisi di Suriah sebagai tindakan balasan atas penembakan roket ke sejumlah pangkalan militer AS oleh milisi pendukung Iran.
Dari sisi makro ekonomi, meskipun perhitungan awal data Produk Domestik Bruto (PDB) 3Q23 AS memperlihatkan bahwa ekonomi AS menikmati laju pertumbuhan ekonomi tercepat sejak 4Q21, para pengamat ekonomi meyakini pertumbuhan ekonomi AS sudah mencapai puncaknya dan tahun depan akan mengalami perlambatan.
Fokus perhatian investor sekarang tertuju pada rilis data inflasi inti AS yang mungkin akan memperlihatkan bahwa tekanan inflasi semakin mereda.
Para pakar ekonomi memprediksi inflasi inti yang diukur dengan Core Personal Consumption Expenditure (PCE) Price Index turun menjadi 3.7% Y/Y di bulan September dari 3.9% Y/Y pada bulan sebelumnya.
Namun demikian, para pengamat pasar modal melihat bahwa rasa lega dari penurunan laju inflasi akan segera digantikan dengan spekulasi mengenai kenaikan suku bunga ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
Related News
IHSG Akhirnya Ditutup di Zona Hijau, Menguat 0,41 Persen ke 7.101
Perluas Ekosistem Syariah, Bank BSN Relokasi Kantor Cabang Tangerang
9 Emiten Ini Cum Date Dividen 29–30 April 2026!, Ada ULTJ hingga PGEO
IHSG Sesi I (29/4) Ajeg Naik 0,12 Persen ke 7.080, 6 Sektor Menguat
Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Bakal Dipangkas Jadi 0%
IHSG Dibuka Menghijau 0,52 Persen ke 7.100





