EmitenNews.com - PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan menerbitkan sebanyak 3,568 miliar saham baru  setara dengan 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada nominal Rp50 per lembar.

 

Dalam e-IPO, yang diterbitkan Rabu (15/2/2023) calon emiten pertanian dan perkebunan sawit ini  mulai melakukan melakukan penawaran awal pada Jumat 17 Februari hingga 22  Februari 2023 dengan rentang harga Rp122 hingga Rp190 per lembar. Sehingga dana IPO yang bakal diraup mencapai Rp435,32 miliar hingga Rp677,96 miliar.

 

Bertindak sebagai penjamin pelaksana efek BRI Danareksa Sekuritas, Mirae Asset Sekuritas, Sucor Sekuritas dan Samuel Sekuritas.

 

Selain saham, perseroan akan menerbitkan 1.784.117.650 waran seri 1 secara cuma-cuma. Setiap 1 waran dapat ditebus menjadi 1 saham dengan harga pelaksanaan Rp182 per lembar. Jika semua waran di tebus, maka perseroan akan meraup dana tambahan sebesar Rp508,4 miliar.

 

Rencananya, dana hasil IPO untuk anak usaha perseroan yakni PT Borneo Sawit Perdana digunakan untuk belanja modal dengan porsi 29,8 persen guna membangun fasilitas pabrik kelapa sawit.

 

Lalu 3,2 persen dana IPO untuk anak usaha tersebut untuk membangun terminal khusus dan 9,4 persen untuk pembelian pupuk dan agrochemical atau bahan kimia pertanian.

 

Selebihnya, 47 persen dana IPO untuk anak usaha perseroan lainnya, yakni; PT Bina Sarana Sawit Utama. Oleh anak usaha itu, akan digunakan sebagai belanja modal seperti pembebasan lahan, pembibitan dan pemupukan.

 

Sisanya, sekitar 10,6 persen dana IPO untuk anak usaha lainnya yakni PT Prasetya Mitra Muda guna modal kerja seperti pembelian pupuk, dan bahan kimia pertanian.

 

Dalam laporan keuangan periode yang berakhir 31 Juli 2022 telah audit tercatat perseroan masih defisit Rp388,73 miliar.   Pada periode tersebut perseroan meraup laba bersih sebesar Rp63,575 miliar dari hasil penjualan sebesar Rp682,06 miliar.