Grup Bakrie (BUMI) Ungkap Pangkas Target Produksi 2024, Ini Alasannya
:
0
Proyek tambang batu bara milik BUMI.
EmitenNews.com - Bumi Resources (BUMI) menyampaikan memangkas target produksi menjadi 76 juta Ton – 78 juta batu bara dari 78 juta ton- 82 juta ton batu bara sepanjang tahun 2024.
“Pandangan Perseroan saat ini untuk produksi berkisar 76MT -78MT batu bara dan penjualan pada Full year 2024, di mana tingkat curah hujan yang tinggi di Kalimantan Selatan dan faktor pasar, dan turunnya produksi Arutmin,” jelas Direktur BUMI Dileep Srivastava dalam keterangan resmi, Kamis (5/12).
Dileep memaparkan produksi batu bara sebesar 57,3 juta ton hingga akhir September 2024, atau tumbuh 2 persen secara tahunan. Hal ditopang peningkatan produksi Kaltim Prima Coal sebesar 42,9 juta ton atau tumbuh 7 persen secara tahunan.
Sedangkan produksi Arutmin turun 11 persen secara tahunan menjadi 14,4 juta ton.
Dileep menambahkan harga jual batu bara rata rata perseroan turun 13 persen secara tahunan menjadi USD73,7 per ton.
mengalami penyusutan pendapatan sedalam 21,1 persen secara tahunan menjadi USD926,88 juta pada akhir September 2024.
Bila dirinci, nilai ekspor batu bara kepada pihak ketiga merosot 27,8 persen secara tahunan menjadi USD530,92 juta. Senasib, penjualan batu bara ke pasar lokal pihak ketiga amblas 29,3 persen secara tahunan menjadi USD287,48 juta.
Tapi penjualan emas kepada pihak ketiga lokal melonjak 241,9 persen secara tahunan menjadi USD106,47 juta.
Menariknya, beban pokok pendapatan turun 23,9 persen secara tahunan menjadi USD833,27 juta. Sehingga laba kotor terkerek 19,2 persen secara tahunan menjadi USD93,605 juta. Seiring laba usaha naik 56,7 persen secara tahunan menjadi USD25,424 juta.
Terlebih, BUMI mendapatkan pendapatan lain lain senilai USD62,802 juta atau tumbuh 3,97 persen secara tahunan. Alhasil, laba sebelum pajak penghasilan meningkat 14,1 persen secara tahunan menjadi USD88,227 juta.
Related News
WTON Suplai Material Proyek NPEA Pelindo, Kontrak Capai Rp153M
PPRO Lepas Hotel Prime Park Bandung Rp133M, Fokus Perkuat Bisnis Inti
GOTO Pastikan PHK Tokopedia Tak Berdampak Material ke Kinerja
Saham LUCY Terbebas dari HSC, Tapi Ambruk 10 Hari Beruntun
AADI Suntik Pinjaman USD100,8 Juta ke Kaltara Power Indonesia
Broker Korea ini Beri Catatan Saham TUGU





