Grup Salim Ungkap Latar dan Fakta Buyback Rp1,5 Triliun
:
0
gedung Indofood Tower tampak berdiri kukuh. Foto - Dok INDF
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menguliti rencana buyback emiten Grup Salim Rp1,5 triliun. Yaitu, Indofood (INDF) Rp750 miliar, dan Indofood CBP (ICBP) Rp750 miliar. Latar aksi, dan dampak aksi buyback terhadap free loat kedua emiten tersebut.
Aksi tersebut klaim manajemen didasari pertimbangan strategis sebagai salah satu langkah menghadapi kondisi pasar berfluktuasi secara signifikan untuk menjaga kepentingan perseroan, dan seluruh pemegang saham. Buybback dilakukan tanpa mengesampingkan pengembangan usaha, dan tidak akan berdampak negatif material terhadap kegiatan usaha, dan posisi keuangan.
Tersebab, kedua perusahaan memiliki tingkat permodalan, arus kas memadai untuk mendukung kegiatan operasional, dan pendanaan buyback sehingga program pengembangan operasional, dan kegiatan inovasi lainnya dapat terus dijalankan. Jumlah saham akan dibeli kembali, rentang harga pembelian tidak dapat diketahui di awal secara pasti mengingat realisasi pembelian kembali saham akan sangat tergantung pada harga, dan kondisi pasar.
Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan menetapkan kondisi pasar saat ini sebagai kondisi berfluktuasi secara signifikan. Namun demikian, simulasi perhitungan maksimum dana dialokasikan untuk buyback dibanding nilai kapitalisasi pasar merepresentasikan 1 persen dari modal ditempatkan dan disetor. Jumlah maksimum alokasi dana kedua emiten Rp1,5 triliun setelah mempertimbangkan kondisi keuangan, kecukupan dana untuk mendukung kegiatan operasional, dan pengembangan usaha.
”Dengan simulasi perhitungan maksimum dana alokasi buyback dibanding dengan nilai kapitalisasi pasar yang merepresentasikan sekitar 1 persen dari modal ditempatkan dan disetor, maka porsi kepemilikan publik (free float) tetap dapat memenuhi ketentuan minimum jumlah saham free float,” tegas Victor Suhendra, Corporate Secretary Indofood.
Sekadar informasi, pada Jumat, 23 Oktober 2026, ICBP dan INDF kompak mengumumkan rencana buyback. Masing-masing, menganggarkan sejumlah dana dari kas internal dengan jumlah maksimum Rp750 miliar. Artinya, kedua emiten menggelar buyback total Rp1,5 triliun. Jumlah saham akan dibeli kembali ICBP maupun INDF, tidak lebih dari 20 persen dari modal disetor perseroan.
Buyback dilaksanakan mulai 26 Oktober 2026 sampai 31 Desember 2026. Perbedaan hanya terletak pada proforma laba per saham perseroan pasca-buyback. Untuk INDF, semula laba per saham Rp538 menjadi Rp545. Sementara untuk ICBP semula laba per saham Rp317 menjadi Rp321. (*)
Related News
Ribuan Investor Cabut, Emiten RANS Beber Kerja Sama dengan D’MASIV
LTLS Perkuat Bisnis Food Ingredients via Pengembangan FiberCreme
Laba Menukik, Agoes Projosasmito Makin Intens Jala Saham BRMS
RANS Buka Suara Soal Tur Asia D’MASIV, Begini Klarifikasinya
Laba & Saham Naik Brutal, Emiten ini Berujung Pembekuan, dan HSC
AMOR Jadwal Dividen Final, Cum Date 12 November





