Harbolnas 2025 Targetkan Transaksi Produk Lokal Hingga Rp35 Triliun
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Kick Off Road to Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 di Graha Sawala Kemenko Perekonomian, Senin (8/09)
EmitenNews.com - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Perdagangan bersama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) kembali mempersembahkan periode diskon terbesar sepanjang tahun, khusus untuk produk-produk lokal, dalam rangkaian Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025.
“Kegiatan ini menjadi penting, terutama untuk mendorong UMKM. Karena UMKM adalah salah satu kelas menengah di Indonesia, jadi perlu kita pertebal kegiatan-kegiatan yang mendorong kelas menengah, baik dari segi ekosistem, produsen, maupun pipeline. Dalam hal ini pipeline-nya melalui e-commerce, maupun dengan konsumen,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Kick Off Road to Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 di Graha Sawala Kemenko Perekonomian, Senin (8/09).
Di tahun ini, Harbolnas memasuki tahun ke-14 sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012. Capaian Harbolnas tahun 2024 menjadi bukti konkret manfaat besarnya program ini seperti total transaksi yang mencapai Rp31,2 triliun, meningkat 21,4% dibanding tahun 2023, kontribusi produk lokal mencapai sekitar 52% transaksi (Rp16,1 triliun), naik 31% dibanding tahun sebelumnya, serta partisipasi pelaku UMKM meningkat signifikan, seiring dengan adanya kampanye Bangga Buatan Indonesia yang terintegrasi di berbagai platform e-commerce.
Lebih lanjut, Indonesia juga terus mencatat pertumbuhan ekonomi digital yang pesat, dengan proyeksi Gross Merchandise Value (GMV) diperkirakan mencapai sekitar USD360 miliar pada tahun 2030. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai pasar digital terbesar di kawasan Asia Tenggara, dan berpotensi dapat melesat dua kali lipat jika Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (DEFA) selesai disahkan.
“Dalam ASEAN-DEFA diharapkan masalah tarif tidak mengganggu perekonomian digital di ASEAN. Karena ini penting untuk memperkuat intra-ASEAN trade. Intra-ASEAN trade yang paling baik tentu people-to-people, consumer-to-consumer, termasuk payment system. Di mana dalam DEFA itu salah satu yang low hanging fruit adalah terkait dengan digital payment yang saat sekarang QRIS sudah didorong oleh Bank Indonesia, bahkan sudah beyond ASEAN, Jepang pun sudah menerima QRIS,” ujar Menko Airlangga.
Dengan mengusung tagline “Nyatakan Cinta Nusantara”, Harbolnas menegaskan diri sebagai aksi nyata dalam mendukung UMKM, membangkitkan rasa bangga menggunakan produk dalam negeri, dan memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional. Harbolnas 2025 ditargetkan mencapai nilai transaksi sebesar Rp33 triliun hingga Rp35 triliun, meningkat 5-10% dari tahun lalu. Kontribusi produk lokal juga diharapkan mencapai sekitar 50-55% dari total target transaksi.
“Jadi dalam rangka road to Harbolnas ini, kegiatan UMKM semakin didorong, terutama kampanye Bangga Buatan Indonesia. Dan tentu saya berharap bahwa produk Indonesia, platform Indonesia itu bisa meningkat. Jadi mulai dari produk, pipeline, sampai konsumennya bisa meningkat,” pungkas Menko Airlangga.(*)
Related News
Telisik! Ini 10 Saham Top Losers dalam Sepekan
Periksa! 10 Saham Top Gainers Pekan Ini
IHSG Susut 6,94 Persen, Modal Asing Eksodus Rp9,88 Triliun
131 Ribu Tiket KA Lebaran 2026 Telah Dipesan
Antam-IBC-Huayou Garap Ekosistem Baterai Terintegrasi Senilai USD5-6M
Respons Dinamika Pasar Modal, Pemerintah Percepat Reformasi





