Hati-hati! Dua Saham Ini Dalam Pengawasan BEI
Gambar emiten IOTF
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa tengah mengamati pergerakan dan pola transaksi saham dua perusahaan, yaitu PT Aman Agrindo Tbk (GULA) dan PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) terkait transaksi yang dianggap di luar kebiasaan.
Saham PT Aman Agrindo Tbk (GULA) mengalami penurunan signifikan selama sebulan terakhir, tercatat anjlok sebesar 54,77%.
Pada perdagangan sesi pertama hari ini, saham GULA tercatat menguat 0,44% atau naik 2 poin ke harga Rp450 per saham.
Sementara itu, saham PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) menunjukkan pola yang berlawanan dengan GULA.
Saham IOTF mengalami kenaikan signifikan, tercatat menguat 19,66% dalam sepekan terakhir dan 40% dalam sebulan. Pada sesi siang hari ini, saham IOTF melonjak 21,73% atau naik 25 poin menjadi Rp140 per saham. BEI juga mengeluarkan pengumuman UMA atas saham IOTF karena pola transaksi yang dinilai tidak biasa.
Investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi BEI, mencermati kinerja dan keterbukaan informasi perusahaan, serta mempertimbangkan rencana corporate action yang belum mendapat persetujuan RUPS. Selain itu, investor juga diimbau untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi terakhir dari kedua perusahaan, baik GULA maupun IOTF, adalah terkait pencatatan saham yang dipublikasikan pada 20 September 2024 melalui situs resmi PT Bursa Efek Indonesia.
BEI terus memantau perkembangan pola transaksi pada kedua saham tersebut dan menegaskan pentingnya kewaspadaan investor dalam menghadapi pergerakan pasar yang tidak biasa.
Related News
Siaga Lonjakan Listrik Saat Lebaran, PGEO Pastikan Pasokan Aman
Ngotot Mau Akuisisi Jungleland Yang Masih Merugi, Ini Alasan JGLE
Topline 2025 DAAZ Menguat Jadi Rp13T, Laba Malah Jeblok 42,1 Persen
Laba Emiten Poultry (CPIN) Melonjak 52 persen ke Rp5,6 Triliun di 2025
Terpangkas 91,93 Persen, MBAP Akumulasi Laba USD1,54 Juta
Pendapatan Rp6,44T, Laba SGRO Anjlok 44,26 Persen





